Rest Area Tol Wajib Ada Produk Daerah

522
KUNJUNGI REST AREA – Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi rest area ruas jalan Tol Brebes-Pemalang di Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (11/7). (YERI NOVEL/RADAR SLAWI)
KUNJUNGI REST AREA – Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi rest area ruas jalan Tol Brebes-Pemalang di Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (11/7). (YERI NOVEL/RADAR SLAWI)

RADARSEMARANG.COM, SLAWI –Rest area di sepanjang jalan tol Trans Jawa diminta menyediakan tempat untuk menampung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Diprioritaskan, UMKM itu menjual produk asli daerah. Hal ini diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat meninjau rest area Penarukan, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (11/7).

Rini menghendaki, pembangunan jalan tol ini tidak hanya sebatas menghubungkan jalan dari satu daerah ke daerah lain, tapi juga harus bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol. Dengan demikian, multiplier effect dari pembangunan infrastruktur itu jelas dan nyata. ”Minimal 30 persen harus ada tempat usaha di rest area tol yang digunakan untuk UMKM,” kata Rini didampingi jajaran Kementerian BUMN.

Ihwal keberadaan UMKM di rest area jalan tol ini, kata Rini, merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Karena itu, Rini bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemda setempat akan bersinergi dalam mengelola dan mengembangkannya. ”UMKM ini nantinya akan menjual produk unggulan lokal daerah,” ujarnya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, hingga saat ini jumlah UMKM binaan Jasa Marga yang telah beroperasi di beberapa rest area sebanyak 424 UMKM. Jumlah tersebut tersebar di tujuh ruas tol, yakni Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Jagorawi, Purbaleunyi, Palikanci, Semarang, dan Solo-Ngawi.

Khusus di rest area 207 A Tol Palikanci yang ditinjau Menteri Rini, saat ini sudah beroperasi sebanyak 27 UMKM dengan beragam jenis usaha. Mulai dari rumah makan pujasera dan oleh-oleh khas Cirebon, tahu sumedang, minuman jus buah, gerai kerajinan batik Cirebon, hingga jasa tambal ban. Rest area ini dikelola langsung oleh anak usaha Jasa Marga yakni PT Jasamarga Properti. ”Ke depan juga kami akan menekankan kembali kriteria UMKM-nya dan konsep pengelolaannya bersama Kementerian BUMN,” ujarnya. (yer/fat/jpg/ton)