Potensi Pajak UMKM Rp 2 T

115
Irawan (IST)
Irawan (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah memangkas tarif pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I berharap kebijakan ini dapat menggaet lebih banyak para pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk turut berkontribusi di sektor pajak.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I, Irawan mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) No 23 tahun 2018 yang mengatur mengenai pajak penghasilan (PPh) final bagi pelaku UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen mulai efektif dilakukan sejak tanggal 1 Juli lalu. PP tersebut mengatur pengenaan PPh Final bagi wajib pajak yang peredaran omzet sampai dengan Rp 4,8 miliar dalam satu tahun. PP ini merupakan perubahan atas ketentuan pengenaan PPh Final sebelumnya.

Perbahan peraturan tersebut menurutnya cukup tepat diterapkan, khususnya di Jawa Tengah dengan jutaan pelaku UMKM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai 4,3 juta. “Sedangkan yang terdaftar di perpajakan baru 100 ribu UMKM saja dengan total setoran mencapai Rp 281 miliar pada tahun 2017 lalu,” ujarnya, kemarin.

Artinya, lanjut Irawan, masih ada 4,2 juta UMKM yang belum terdaftar di perpajakan. Jumlah yang sangat besar. Ia menghitung, potensi yang belum terdaftar tersebut mencapai Rp 2 triliun untuk pajak UMKM.  “Oleh karena itu, dengan adanya penurunan tarif ini, diharapkan para pelaku UMKM meningkatkan keikutsertaan mereka,” ujarnya.

Diakuinya, memang pendapatan di awal akan terjadi penurunan, karena dari setoran 1 persen dipangkas menjadi 0,5 persen. Namun ke depan, dengan bertambahnya wajib pajak yang turut serta diharapkan setoran akan bertambah.  “Tahun ini diharapkan pelaku UMKM yang terdaftar bisa meningkat dua kali lipat. Yaitu dari 100 ribu pada tahun 2017 lalu menjadi 200 ribu. Dengan total pembayaran pajak dari Rp 281 miliar menjadi Rp 300 miliar di tahun ini,” ujarnya. (dna/ton)