Polres Periksa Penyebar Hoax Tawuran Suporter

402

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Polres Kendal memanggil pemilik akun Facebook yang menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong pada saat terjadi kericuhan antara Suporter Persik Kendal dan suporter Persis solo pada Senin (9/7) lalu.

Pemilik akun Facebook yang dipanggil dan diperiksa Satreskrim Polres Kendal tersebut berinisial NK. Ia dipanggil untuk memberikan keterangan terakait informasi hoax yang diposting di akun Facebook Persik Kendal.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha menjelaskan bahwa postingan merupakan berita palsu. Pasalnya, berisikan foto korban jiwa dari pihak suporter Persik Kendal dalam kericuhan saat laga persik Kendal dan Persis solo berlangsung. Sehingga mengakibatkan menyulut emosi dari suporter Persik Kendal.

“Kami telah menyimpan identitas orang yang menyebarkan ujaran kebencian tersebut. inisialnya NK. Hari ini (11/7) kami lakukan klarifikasi hal itu kepada yang bersangkutan,” kata Nanung, kemarin.

Padahal, foto-foto dan informasi yang disebarkan tersebut adalah kabar bohong. Yakni tidak ada tidak ada korban jiwa dalam kericuhan itu. Yang ada hanya korban luka-luka saja. “Jadi foto yang diposting tersebut merupakan foto lama. Dan foto tersebut bukanlah foto saat kericuhan berlangsung,” paparnya

Selain itu, NK juga bukan seorang yang tergabung dalam suporter persik Kendal. Baik itu The Black Man maupun Ultras Boombers.  “Yang bersangkutan juga tidak ikut menonton pertandingan, sehingga tidak mengetahui kondisi kericuhan yang terjadi,” jelasnya.

Nanung menjelaskan pemilik akun dapat dikenakan pasal 28 ayat 2 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sementara itu, NK, pemilik akun telah mengungkapkan permohonan maaf atas tindakannya memposting informasi palsu. Menurutnya hal itu ia lakukan karena rasa kepeduliaannya terhadap warga Kendal dan Kabupaten Kendal. Ia melihat fasilitas Stadion Utama Kendal yang sudah dirusak oleh suporter Persis Solo. “Saya tidak ada maksud sama sekali untuk memprovokasi kericuhan ,” pungkasnya

Sementara Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya mengatakan kericuhan yang terjadi kemarin antara Suporter Persis Solo dan Persik Kendal yang semulanya hanya di area Stadion Utama meluas hingga Kaliwungu, Boja dan Mangkang. Bahkan kericuhan itu juga melibatkan pihak diluar dua suporter itu.

“Pada kejadian kericuhan tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya 7 korban luka, 4 orang dari Persik Kendal dan 3 lainnya suporter Persis Solo. Selain itu sebuah sepeda motor dirusak,” ujarnya usai Upacara Hari Bhayangkara.

Dikatakan pada saat itu pihaknya melakukan pengamanan perjalanan Suporter Solo hingga perbatasan Kendal dengan Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Hal itu agar tidak semakin meluas kericuhan tersebut diberbagai wilayah di Kendal.

“Untuk pertandingan berikutnya melihat dulu siapa lawan bertandingnya. Kalau memungkinkan terjadi kerawanan mending tidak perlu ada suporter dari tamu karena hal itu demi keamanan wilayah Kendal.

Adiwijaya mengatakan pada pertandingan Persik Kendal melawan Persibat Batang, jika terjadi kemungkinan kerawanan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak polres Batang untuk melakukan pengamanan. (bud/bas)