33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

PKL Dideadline Sampai 21 Juli

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Belasan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hunian liar di sepanjang Barito diratakan dengan tanah oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (11/7). Tindakan tersebut sebagai percepatan pelaksanaan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Dipimpin Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto, pembongkaran yang dibantu pihak kepolisian dan TNI itu berlangsung lancar. Setidaknya ada dua kelurahan menjadi sasaran pembongkaran yakni di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tak semua kios PKL dibongkar. Hal ini dijelaskan oleh Fajar Purwoto lantaran para pemilik kios meminta kelonggaran waktu dan telah berjanji akan membongkar sendiri.

“Untuk hari ini kami hanya membongkar 5 bangunan PKL di Bugangan dan 7 bangunan PKL di Mlatiharjo. Memang tidak semuanya. Mereka kami beri kesempatan untuk membongkar sendiri dulu. Kami beri waktu hingga 21 Juli,” ungkapnya.

“Jika belum (dibongkar), kami akan bantu bongkar dan ratakan bangunan pada 23 Juli,” imbuhnya.

Berdasar data terakhir, jumlah PKL dan hunian liar di bantaran BKT ada 425 bangunan yang masih berdiri. Jumlah tersebut masing-masing di Kelurahan Bugangan sekitar 100 PKL, Kelurahan Mlatiharjo ada 200 PKL dan 125 hunian liar.

Sementara untuk PKL di Kelurahan Karangtempel, Fajar menambahkan, baru akan dikumpulkan untuk sosialisasi lebih lanjut. Di kelurahan tersebut, ada sekitar 530 PKL. Pihaknya menargetkan pembongkaran PKL dan hunian liar akan beres pada akhir Agustus mendatang.

“PKL Barito di Karangtempel masih dibiarkan sembari menunggu pembangunan shelter kios PKL di Pasar Barito Baru. Saat ini pembangunan shelter kios masih berjalan dan akan selesai Oktober mendatang,” tegasnya.

Rencananya di Karangtempel akan ada 80 shelter pedagang dengan ukuran 3×4 meter. Dibangun di belakang pasar modern Giant dan pabrik konveksi Apparel. Pendanaan diambilkan dari APBD 2018 sebesar Rp 4.047 miliar.

“Selain itu, 320 shelter pedagang lainnya juga akan dibangun di lahan seluas 2.500 meter persegi. Terletak di bagian depan pasar yang awalnya berupa empang namun saat ini telah diurug,” tandasnya.

Seorang PKL di Kelurahan Mlatiharjo, Sugiono, 40, mendukung adanya proyek normalisasi sungai BKT. Namun, ia berharap pembangunan ke depan memperhatikan seluruh aspek dan dampaknya.

“Ya terpaksa pindah Penggaron, kurang sreg karena tempatnya kecil dan aksesnya sulit. Karena untuk sewa kios di tempat lain harganya juga mahal. Sementara barang dagangan saya letakkan di rumah,” kata pria yang mengaku telah berjualan sejak tahun 1980 itu. (tsa/zal)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...