Gagal Panen, Harga Cabai Mulai Naik

500
HARGA NAIK : Seorang pedagang di Pasar Karangayu sedang melayani pembeli. Saat ini, harga cabai mulai naik karena berkurangnya pasokan. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/RADAR SEMARANG)
HARGA NAIK : Seorang pedagang di Pasar Karangayu sedang melayani pembeli. Saat ini, harga cabai mulai naik karena berkurangnya pasokan. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Diduga akibat kekeringan yang melanda daerah Temanggung dan Magelang, berbagai macam jenis cabai di Kota Semarang mengalami kenaikan harga. Hal tersebut sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir.

 Salah seorang pedagang di Pasar Karangayu Sunarti mengatakan, harga cabai rawit yang semula Rp 30.000/kg kini naik hingga Rp 45.000/kg. Kemudian cabai hujau keriting dari Rp 14.000/kg menjadi Rp 20.000/kg dan cabai teropoong dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 30.000/kg. Selama cuaca panas masih melanda sejumlah daerah pemasok cabai, diperkirakan harga akan terus naik hingga musim hujan mendatang.

“Cuaca panas berkepanjangan jadi membuat sejumlah perkebunan cabai mengalami gagal panen, akibatnya harga cabai pun jadi semakin mahal,” kata Sunarti, Rabu (11/7).

Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan masyarakat. Salah seorang pembeli, Anik, mengaku harus mengurangi pembelian cabai untuk kebutuhan rutinnya. “Saya biasanya beli 3 kg cabai setiap kali belanja ke pasar, namun karena harganya sedang mengalami kenaikan saya hanya beli 1,5 kg saja agar lebih hemat untuk keperluan belanja yang lainya,” katanya. (cr2/ton)