BPJS TK Layani Jemput Klaim

460
JEMPUT BOLA : Petugas BPJS Ketenagakerjaan saat mendatangi rumah salah satu peserta yang mengajukan klaim tapi tidak bisa hadir ke kantor. (IST)
JEMPUT BOLA : Petugas BPJS Ketenagakerjaan saat mendatangi rumah salah satu peserta yang mengajukan klaim tapi tidak bisa hadir ke kantor. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Semarang Pemuda terus menyosialisasikan pelayanan Pick Me Up Service. Layanan ini guna memudahkan para peserta yang mengalami kesulitan hadir ke kantor untuk melakukan klaim.

Kepala Kantor BPJS TK Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto mengatakan, pelayanan jemput klaim ini ditujukan untuk para peserta yang kesulitan datang secara fisik ke kantor BPJS. Setahun berjalan, pelayanan ini diakui para peserta sangat membantu mereka. “Kami akan mengunjungi kediaman peserta yang tidak dapat hadir tersebut. Bahkan pernah kita sampai ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk mengantarkan klaim, jadi tidak ada batasan dalam layanan ini,” ujarnya, Rabu (11/7).

Riwayati, 57, salah satu peserta yang mengajukan klaim JHT tapi tidak dapat hadir ke kantor BPJS Ketenagakerjaan karena mengalami sakit vertigo yang sudah diderita kurang lebih 3 bulan ini. Penyakitnya sering kambuh tanpa melihat tempat dan waktu. Oleh sebab itu, Riwayati bisa mendapatkan layanan Pick Me Up Service. “Pelayanannya baik, saya tidak harus datang ke kantor dengan kondisi saya seperti ini, jadi cukup diwakili oleh pihak keluarga,” ujarnya saat dikunjungi oleh pihak BPJS TK di kediamannya di kawasan Mijen.

Heri menambahkan, ini bukan kali pertama pelayanan tersebut diberikan. Sebelumnya sudah sering dilakukan. “Untuk mendapatkan layanan ini, orang yang diberi kuasa melakukan pengajuan klaim ke kantor, menyerahkan berkas klaim dan melampirkan dokumen surat keterangan dokter terkait kesehatan peserta, foto kondisi fisik peserta yang terbaru dan surat kuasa yang ditandatangani peserta yang mau mengajukan klaim. Setelah itu akan ada petugas kami yang akan mendatangi peserta dalam proses pencairan klaim,” ujarnya. (dna/ton)