7 Wilayah Rawan Bencana

235
PMI: Bupati Semarang Mundjirin saat melantik pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PMI: Bupati Semarang Mundjirin saat melantik pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang diimbau untuk ikut melaksanakan kegiatan mitigasi bencana. Pasalnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang termasuk rawan bencana.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang, Mundjirin usai pelantikan pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (11/7). “Tidak hanya berperan saat membantu warga korban bencana usai terjadinya musibah. Tapi juga perlu ikut mengupayakan kesadaran warga agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Mundjirin.

Dikatakannya, ada tujuh dari 19 kecamatan yang rawan bencana baik di musim penghujan maupun kemarau. “Jadi dapat dicegah atau mengurangi kemungkinan timbulnya kerugian yang besar atau korban jiwa,”  katanya.

Tujuh kecamatan rawan bencana itu antara lain Banyubiru, Sumowono, Bandungan, Ungaran Barat, Pringapus, Bringin dan Bergas. Ketujuh Kecamatan itu mengalami ancaman bencana baik bencana tanah longsor maupun kekeringan.

Menurutnya, mitigasi bencana yang dapat dilakukan antara lain memberikan kesadaran kepada generasi muda agar peduli lingkungan. Mereka bisa diajak menjadi sukarelawan membantu petugas PMI menyadarkan warga agar selalu waspada terhadap kondisi sekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, lanjutnya, PMI juga dapat melatih generasi muda menjadi sukarelawan yang memberi pertolongan pertama saat terjadi bencana. “Lakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait karena petugas seperti itu masih jarang atau belum punya kompetensi tinggi,” katanya.

Disisi lain, ia juga menghargai kerja keras para personel PMI yang telah membantu kegiatan kemanusiaan selama ini. Menurutnya, mereka telah bekerja keras tanpa pamrih dan penuh pengabdian. “Kita harapkan peran serta instansi terkait agar mendukung program kegiatan PMI,” katanya.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Semarang Bintang Narsasi menegaskan bahwa pengurus PMI Kecamatan adalah ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. “Pelantikan kepengurusan ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi sampai ke tingkat kecamatan sesuai amanat Undang-Undang Kepalangmerahan,” ujar Bintang.

Ia juga menyebut akan terus dilakukan peningkatan kompetensi dan kemampuan para personel PMI. Termasuk diantaranya mutu para sukarelawan agar lebih profesional dan mandiri. Sehingga pelayanan kepalangmerahan kepada masyarakat dapat lebih baik dan tepat sasaran. Kepengurusan PMI Kecamatan masa bhakti 2018-2023 yang dilantik sebagian diketuai oleh Sekretaris Kecamatan dan lainnya oleh Kepala Puskesmas setempat. Para ketua itu dibantu oleh pengurus lain sesuai dengan kebutuhan organisasi. (ewb/bas)