TMMD Diharapkan Turunkan Angka Kemiskinan

125
DIBUKA: Bupati Semarang memukul kentongan sebagai tanda TMMD Reguler ke-102 di Desa Bonomerto, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBUKA: Bupati Semarang memukul kentongan sebagai tanda TMMD Reguler ke-102 di Desa Bonomerto, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Semarang diharapkan mampu membantu upaya penurunan angka kemiskinan warga. Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang, Mundjirin usai membuka TMMD Reguler ke-102 di Lapangan Desa Bonomerto, Selasa (10/7).

“TMMD yang membangun infrastruktur terutama jalan di desa diharapkan mampu memperlancar kegiatan ekonomi warga. Hasilnya, berdampak baik bagi perekonomian desa dan kesejahteraan warga,” kata Mundjirin.

Dikatakannya, Pemkab Semarang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu. Perbaikan infrastruktur jalan di pedesaan terus dikebut dengan memanfaatkan dana desa maupun APBD. “Tujuannya untuk membantu menggerakkan roda perekonomian warga desa agar sejahtera,” katanya.

Saat ini panjang jalan rusak di semua kelas jalan masih sekitar 30 persen termasuk di desa.  Melalui dukungan TNI dengan program TMMD, ia berharap pada tahun 2020 mendatang persentase jalan rusak akan turun sampai angka sepuluh persen. “Jika perekonomian warga terutama di pedesaan dapat berkembang, diharapkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga angka 6,8 persen dari kondisi sekarang 7,78 persen,” katanya.

Sementara itu Dandim 0714 Salatiga Letkol Inf Prayogha Erawan menegaskan pihaknya siap membantu Pemkab Semarang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui TMMD. “Jika Pemkab Semarang melakukan pelayanan kesehatan atau lainnya, akan Kami dukung untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Prayogha.

Dijelaskannya, kegiatan TMMD Reguler ke-102 di wilayah Kodim 0714 akan melaksanakan sasaran pokok betonisasi jalan Dusun Krajan-Dusun Gedong Desa Bonomerto sepanjang 1.571 meter dengan lebar tiga meter.

Selain itu juga akan dilaksanakan perbaikan sebelas unit rumah tidak layak huni (RTLH). Sedangkan sasaran tambahan berupa betonisasi di dua  ruas jalan desa Bonomerto. Antaralain jalan Dusun Mesu – Dusun Gedong sepanjang 158 meter lebar tiga meter dan jalan Dusun Gedong – Dusun Jaten panjang 360 meter lebar tiga meter.

“Ada pula program perbaikan mushola dan pembuatan sepuluh unit jamban,” tuturnya. Kegiatan TMMD yang melibatkan personel satgas dan melibatkan warga masyarakat desa sasaran akan dilaksanakan mulai 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018.

Dana yang dialokasikan total Rp 913.770.000 berasal dari APBD Provinsi Jateng, APBD Kabupaten Semarang, Baznas Kabupaten Semarang termasuk swadaya Desa Bonomerto senilai Rp 300 juta.

Pembukaan TMMD reguler dikuti oleh pasukan upacara yang terdiri dari Korsik Ajenrem 073/Makutarama, Korem 073/Makutarama, Kodim 0714/Salatiga, Yonkav 2 TC, Yonzipur 4/TK, Polres Semarang, Dishub Semarang, Linmas Kabupaten Semarang, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, FKPPI Kabupaten  Semarang, serta pelajar dan masyarakat.

Upacara dihadiri Asintel Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Mochamad Taku Jasa Wiriawan, Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Jhoni Pardede, jajaran Kasi Korem 073/Makutarama, komandan Satdisjan Korem 073/Makutarama, Dandim di jajaran Korem 073/Makutarama, Danyon Kav 2, Turangga Ceta, Danyon Zipur 4/TK, Kapolres Semarang, Jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang, Persit, Bhayangkara, PKK kabupaten Semarang, Muspika Kecamatan Suruh serta tamu undangan lainnya. (ewb/sas/bas)

Silakan beri komentar.