33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Tim Investigasi Tak Temukan Dugaan Plagiasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim investigasi yang dibentuk Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk menyelidiki dugaan kasus plagiat yang menyangkut nama Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman, menyatakan dugaan plagiat tidak terbukti.

Tim investigasi itu sendiri beranggotakan empat guru besar yakni Prof Soesanto, Prof Achmad Slamet, dan Prof Bambang Hariyadi dengan ketua tim investigasi Prof Mungin Edi Wibowo. Investigasi digelar selama hampir satu bulan. Tepatnya mulai 9 Juni kemarin. Hasil ini sendiri disampaikan kepada sejumlah wartawan di Gedung Rektorat Unnes Lantai ke-4 di kampus Unnes, Gunungpati, Semarang, Selasa (10/7).

Ketua tim investigasi Unnes, Prof Mungin Edi Wibowo, mengatakan, dari hasil investigasi dan penelitian yang dilakukan, menyimpulkan jika Fathur  tidak melakukan plagiasi. Proses ini  sendiri digelar setelah seorang guru besar Unnes, Prof Saratri Wilonoyudho, menghembuskan isu plagiat yang dilakukan petinggi Unnes menjelang pemilihan Rektor Unnes periode 2018-2022. Ia menghembuskan isu itu melalui media sosial Facebook dan majelis Profesor, 7 Juni lalu.

“Kami sudah melakukan penyelidikan, hasilnya Fathur Rokhman tidak melakukan plagiat. Memang ada kesamaan antara artikel Anif Rida dengan Fathur Rokhman,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun, Rektor Unnes, Fathur Rokhman dituduh melakukan plagiat dari hasil skripsi mahasiswa Unnes, Anif Rida, berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas.

Skripsi dari Anif Rida sendiri dipublikasikan pada Konferensi Linguistik Tahunan (Kolita) Atma Jaya, Februari 2003. Setelah terbit, ternyata mirip dengan artikel ilmiah karya Fathur Rokhman berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Liter Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2004.

“Kami coba menelusuri fakta tersebut dan menemukan jika dokumen penelitian Fathur Rokhman pada tahun 2002 ada di arsip Unnes dan berupa hard copy, tabel paragrafnya sama dengan karya Anif Rida tahun 2003 dan milik Fathur Rokhman sendiri pada tahun 2004,” paparnya.

Atas temuan tersebut, lanjut Mungin, dugaan plagiat yang menjerat Fathur Rokhman tidak bisa dibuktikan. Pasalnya sumber artikel yang dikeluarkan tahun 2004 tersebut mengacu hasil penelitiannya sendiri pada 2002. Hasil penelitian berjudul Pilihan Ragam Bahasa Dalam Interaksi Sosial Pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik itu tidak dipublikasikan dan tersimpan rapi di perpustakaan kampus.

“Prof Fathur Rokham terselamatkan dengan dokumen ini. Sementara, Anif Rida saat menulis skripsi melakukan bimbingan dengan Fathur Rokhman,” ujarnya,

Terpisah sekretaris tim investigasi, Prof. Achmad Slamet, mengatakan, hasil tim investigasi telah dilaporkan kepada Irjen Kemenristek Dikti  dan Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Prof Ali Gufron pada 4 Juli lalu. Hasilnya dikeluarkan klarifikasi terkait dugaan plagiatisme yang dilakukan Fathur Rokhman tidak terbukti. (den/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Atasi Kemacetan Kota, Ajak Pekerja Budayakan Naik Sepeda Onthel

Di tengah kota yang sibuk, pria satu ini konsisten mengajak masyarakat untuk membudayakan naik sepeda onthel. Tentunya agar mengurangi potensi kemacetan arus lalu lintas...

Waspadai Tiga Titik Pasar Tumpah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 52 pasar tradisional di Kota Semarang mendekati Lebaran terus dilakukan pemantauan. Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan sebanyak 40 personel keamanan dan ketertiban...

Targetkan 1.000 Wirausaha Baru

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang, Wihaji menargetkan ada 1.000 wirausaha baru di wilayahnya. Dengan begitu, taraf hidup masyarakat akan meningkat. "Sesuai dengan visi misi saya,...

PKK Sisir Lansia Miskin

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Tim penggerak PKK Kabupaten Batang menyusuri dari rumah ke rumah mencari lanjut usia (lansia) miskin untuk diberi bantuan makan dan semangat...

Pesta Oplosan, 3 Tewas

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG—Minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa. Tiga pemuda tewas usai pesta oplosan jenis tuak yang dibeli dari seorang penjual di depan...

Pecah Ban, Truk Pemuat Pupuk Terbakar

DEMAK - Kecelakaan lalulintas kemarin terjadi dijalan raya Pantura Demak, tepatnya di wilayah Onggorawe, Kecamatan Sayung. Sebuah truk mengalami pecah ban di roda bagian...