Rp 8,8 Miliar untuk Insentif Guru TK

217
HALAL BIHALAL: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan halal bihalal Ikatan Guru TK (IGTK) PGRI di Talun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HALAL BIHALAL: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan halal bihalal Ikatan Guru TK (IGTK) PGRI di Talun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk menyiapkan Sumber Daya manusia (SDM) yang mumpuni di Kabupaten Pekalongan, maka harus didukung pula oleh guru yang berkualitas, khususnya untuk Guru TK dan SD yang mendidik anak-anak usia dini.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa sekolah TK awal didirikan di Jerman, dengan nama Kinder Garden pada awal abad 18 atau tepatnya tahun 1840. Kemudian di Jawa oleh Ki Hajar Dewantoro pada tahun 1922 mendirikan “Sekolah Lare”, hingga pada perkembangan menyebutnya sebagai Taman Kanak-Kanak. “Jadi perjalanan sejarahnya, sekolah TK berdiri lebih awal dari sekolah-sekolah formal seperti SD, SMP, SMA,” katanya.

Menurutnya Pemerintah Indonesia memberikan keleluasaan, dan mendukung terjadi diversifikasi sekolah TK dewasa ini, seperti berdirinya Raudhlatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), TK Aklam, TK Panggung, TK KKN dan lain sebagainya.

“Untuk itu silahkan kembangkan model pembelajaran kepada anak-anak TK dan metodologi pengajaran sekolah TK harus berubah demi kemajuan pendidikan dan menyiapkan SDM sesuai dengan perubahan zamanya,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan, mengelola pendidikan di Kabupaten Pekalongan tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah guru TK. Maka Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2018 ini mempunyai kebijakan afirmatif untuk mendukung kinerja para guru TK tersebut yakni dengan memberikan insentif sebesar Rp 200 ribu perbulan untuk setiap guru.

“Namun demikian apabila diakumulasikan, dengan jumlah guru TK di Kabupaten Pekalongan sebanyak 3.635, maka tahun 2018 ini Pemkab Pekalongan menganggarkan sebesar Rp 8,8 miliar untuk insentif guru TK se-Kabupaten Pekalongan,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan  tidak hanya guru TK, guru-guru WB (Wiyata Bhakti), sejak tahun 2017 lalu juga tidak luput dari perhatian Pemkab Pekalongan yakni mendapatkan bantuan insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Menurutnya sejak dahulu belum pernah ada kebijakan afirmatif dari Pemkab Pekalongan terhadap para guru TK. Diharapkan dengan adanya insentif nantinya akan menhasilkan pendidikan yang bagus.

“Untuk itu saya minta seluruh guru TK di Kabupaten Pekalongan,  untuk berjuang terus-menerus agar kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan ini, sejajar dengan daerah-daerah lain.” tegas Bupati Asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menjelaskan bahwa pendidikan di Kabupaten Pekalongan ini, telah terjadi peningkatan rangking pendidikan baik di tingkat dasar maupun di tingkat menengah. Untuk SD dan SMP sudah mulai ada perbaikan.

“Kalau SD rangking Kabupaten Pekalongan 19 se-Jateng, sementara SMP tahun kemarin rangking 25, mudah-mudahan tahun ini bisa turun karena target Pemkab sekarang agar bisa 10 besar se-Jateng,” jelas Sumarwati. (thd/bas)