Polres Demak Ungkap Berbagai Kasus Pekat

Kado HUT KE-72 Bhayangkara

290
AKBP Maesa Soegriwo SIK (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKBP Maesa Soegriwo SIK (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Jajaran Polres Demak selama masa kepemimpinan Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo SIK  berhasil mengungkap berbagai kasus penyakit masyarakat (pekat).  Berdasarkan data Polres Demak, antara Januari hingga Juli 2018, kasus yang terungkap antara lain, kasus perjudian sebanyak 38 kasus dengan 81 tersangka, dan kasus narkoba sebanyak 27 kasus dengan 29 tersangka.

Selain itu, kepolisian setempat juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 6.237 botol minuman keras (miras) berbagai merek. Miras tersebut disita dari beberapa titik peredaran miras di wilayah hukum Polres Demak. Ribuan botol miras itu telah dimusnahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu di halaman belakang Mapolres Demak.

Pada 2018 ini, Polres Demak juga meraih prestasi peringkat I tingkat Polda Jateng terkait kegiatan pengungkapan dan pencegahan tindak pidana street crime (tindak kriminalitas atau kejahatan jalanan). Selain itu, meraih peringkat II tingkat Polda Jateng terkait Case Management Information System (SEMIS). Yaitu, sistem manajemen informasi berupa perangkat lunak canggih yang digunakani untuk mendukung transparansi pencatatan penyidikan perkara yang ditangani.

Keberhasilan pengungkapkan berbagai kasus pekat ini menjadi kado spesial bagi Polres Demak dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72. Pelaksanaan HUT akan diperingati Rabu (11/7) hari ini, di Alun Alun Kota Demak.

Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolres Demak, banyak kasus penyakit masyarakat dalam enam bulan terakhir yang telah diungkap dan ditangani. Kasus perjudian misalnya, banyak macam kasus judi yang ditangani. Seperti, judi togel, judi dadu, judi sabung ayam dan lainnya.

“Semua tersangka sudah kita tangkap dan menjalani proses hukum. Setidaknya, ada sekitar 80 lebih tersangka untuk kasus perjudian ini. Untuk miras, sudah ribuan botol miras diamankan dalam operasi cipta kondisi,”ujar AKBP Maesa Soegriwo.

Pria kelahiran Jakarta, 28 Januari 1975 ini menegaskan, pihaknya bertekad akan terus membasmi penyakit masyarakat. Dengan demikian, Demak yang berjuluk sebagai Kota Wali tetap aman dan tidak terganggu oleh penyakit masyarakat tersebut.

“Kita memiliki perhatian serius dalam menangani berbagai macam kasus pekat ini. Tentu ini juga menjadi perhatian semua pihak, sehingga Kota Wali ini betul-betul terjaga dan terhindar dari pekat,”kata alumnus Akpol 1998 ini.

Menurutnya, untuk mengungkap kasus pekat, pihak kepolisian tidak mengalami kendala yang berarti. Sebab, peran aktif masyarakat yang selalu memberikan informasi dinilai sangat membantu penindakan yang dilakukan petugas kepolisian. Karena itu, kata Kapolres, peran masyarakat yang proaktif tersebut bisa lebih meningkat dikemudian hari. Dengan demikian, kasus pekat dapat cepat terungkap mendasarkan informasi yang valid dari masyarakat.

Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso, menambahkan,  dengan banyaknya pengungkapan kasus pekat tersebut, telah  sesuai dengan harapan masyarakat Demak. Yaitu, agar ke depan Demak Kota Wali tidak tercemari oleh perbuatan maksiat.

Alhamdulillah, masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan pekat ini. Warga seringkali secara proaktif memberikan informasi kepada kita agar pekat segera ditangani. Tentu, ini sangat membantu kami dikepolisian untuk mengungkapkan kasus pekat tersebut,”katanya.

Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam memberikan berbagai informasi tidak lepas dari berbagai program kegiatan yang digelar Polres Demak. Misalnya, melalui kegiatan gerakan salat subuh berjamaah bersama dimasjid masjid serta gerakan silaturahmi ke pondok pesantren di wilayah Kabupaten Demak. Gerakan ini secara intens dilakukan Polres Demak. “Dengan adanya kegiatan itu,  kita berupaya jemput bola ke masyarakat. Dengan upaya ini, warga akhirnya berani melaporkan segala hal yang terjadi atau mengganggu lingkungan mereka.  Jadi, masyarakat sudah semakin terbuka dan tidak takut lagi untuk melaporkan kejadian yang ada di lingkungannya,”ujar Wakapolres Kompol Ibnu Bagus.

Menurutnya, gerakan silaturahmi ke ponpes juga memberikan efek positif untuk menyerap aspirasi masyarakat, utamanya dari para ulama dan kiai di Demak. Dukungan para ulama dan kiai sangat besar dalam upaya pemberantasan pekat tersebut. (hib/aro)