33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Polres Demak Ungkap Berbagai Kasus Pekat

Kado HUT KE-72 Bhayangkara

Another

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Jajaran Polres Demak selama masa kepemimpinan Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo SIK  berhasil mengungkap berbagai kasus penyakit masyarakat (pekat).  Berdasarkan data Polres Demak, antara Januari hingga Juli 2018, kasus yang terungkap antara lain, kasus perjudian sebanyak 38 kasus dengan 81 tersangka, dan kasus narkoba sebanyak 27 kasus dengan 29 tersangka.

Selain itu, kepolisian setempat juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 6.237 botol minuman keras (miras) berbagai merek. Miras tersebut disita dari beberapa titik peredaran miras di wilayah hukum Polres Demak. Ribuan botol miras itu telah dimusnahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu di halaman belakang Mapolres Demak.

Pada 2018 ini, Polres Demak juga meraih prestasi peringkat I tingkat Polda Jateng terkait kegiatan pengungkapan dan pencegahan tindak pidana street crime (tindak kriminalitas atau kejahatan jalanan). Selain itu, meraih peringkat II tingkat Polda Jateng terkait Case Management Information System (SEMIS). Yaitu, sistem manajemen informasi berupa perangkat lunak canggih yang digunakani untuk mendukung transparansi pencatatan penyidikan perkara yang ditangani.

Keberhasilan pengungkapkan berbagai kasus pekat ini menjadi kado spesial bagi Polres Demak dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72. Pelaksanaan HUT akan diperingati Rabu (11/7) hari ini, di Alun Alun Kota Demak.

Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolres Demak, banyak kasus penyakit masyarakat dalam enam bulan terakhir yang telah diungkap dan ditangani. Kasus perjudian misalnya, banyak macam kasus judi yang ditangani. Seperti, judi togel, judi dadu, judi sabung ayam dan lainnya.

“Semua tersangka sudah kita tangkap dan menjalani proses hukum. Setidaknya, ada sekitar 80 lebih tersangka untuk kasus perjudian ini. Untuk miras, sudah ribuan botol miras diamankan dalam operasi cipta kondisi,”ujar AKBP Maesa Soegriwo.

Pria kelahiran Jakarta, 28 Januari 1975 ini menegaskan, pihaknya bertekad akan terus membasmi penyakit masyarakat. Dengan demikian, Demak yang berjuluk sebagai Kota Wali tetap aman dan tidak terganggu oleh penyakit masyarakat tersebut.

“Kita memiliki perhatian serius dalam menangani berbagai macam kasus pekat ini. Tentu ini juga menjadi perhatian semua pihak, sehingga Kota Wali ini betul-betul terjaga dan terhindar dari pekat,”kata alumnus Akpol 1998 ini.

Menurutnya, untuk mengungkap kasus pekat, pihak kepolisian tidak mengalami kendala yang berarti. Sebab, peran aktif masyarakat yang selalu memberikan informasi dinilai sangat membantu penindakan yang dilakukan petugas kepolisian. Karena itu, kata Kapolres, peran masyarakat yang proaktif tersebut bisa lebih meningkat dikemudian hari. Dengan demikian, kasus pekat dapat cepat terungkap mendasarkan informasi yang valid dari masyarakat.

Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso, menambahkan,  dengan banyaknya pengungkapan kasus pekat tersebut, telah  sesuai dengan harapan masyarakat Demak. Yaitu, agar ke depan Demak Kota Wali tidak tercemari oleh perbuatan maksiat.

Alhamdulillah, masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan pekat ini. Warga seringkali secara proaktif memberikan informasi kepada kita agar pekat segera ditangani. Tentu, ini sangat membantu kami dikepolisian untuk mengungkapkan kasus pekat tersebut,”katanya.

Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam memberikan berbagai informasi tidak lepas dari berbagai program kegiatan yang digelar Polres Demak. Misalnya, melalui kegiatan gerakan salat subuh berjamaah bersama dimasjid masjid serta gerakan silaturahmi ke pondok pesantren di wilayah Kabupaten Demak. Gerakan ini secara intens dilakukan Polres Demak. “Dengan adanya kegiatan itu,  kita berupaya jemput bola ke masyarakat. Dengan upaya ini, warga akhirnya berani melaporkan segala hal yang terjadi atau mengganggu lingkungan mereka.  Jadi, masyarakat sudah semakin terbuka dan tidak takut lagi untuk melaporkan kejadian yang ada di lingkungannya,”ujar Wakapolres Kompol Ibnu Bagus.

Menurutnya, gerakan silaturahmi ke ponpes juga memberikan efek positif untuk menyerap aspirasi masyarakat, utamanya dari para ulama dan kiai di Demak. Dukungan para ulama dan kiai sangat besar dalam upaya pemberantasan pekat tersebut. (hib/aro)

Latest News

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gagalkan Penyelewengan 48 Ton Beras

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dugaan penyelewengan sebanyak 48 ton beras milik Bulog, berhasil digagalkan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polrestabes Semarang bersama Sat Reskrim...

Jamin Tak Ada Jual Beli Jabatan

KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa memastikan jika pada seleksi penerimaan perangkat Desa 2017 tidak ada makelar jabatan atau uang suap. Sebaliknya, justru ia...

Longsor, Material Talud Terjang Rumah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang mengakibatkan bencana longsor di Lingkungan Kaligawe Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Rabu (3/1) malam. Talud...

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Komunitas

RADARSEMARANG.COM - PADA 2017, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan kelanjutan dari Program Peningkatan...

Gerindra Kerucutkan Tiga Nama

SEMARANG - DPD Partai Gerindra Jateng telah menentukan tiga nama yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Mereka adalah Ketua DPD Gerindra...

Kesasar ke Masjid di San Antonio 

Saya terbiasa minta tolong Google. Untuk mencari masjid terdekat. Google itu Islam. Ngerti kata masjid. Tidak harus ditulis mosque. Dia itu juga Kristen. Juga...