Penetrasi Pasar Timur Tengah

146

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jawa Tengah terus mencoba menjajaki kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan sebagai negara tujuan ekspor baru. Hal ini sebagai upaya peningkatan ekspor dan antisipasi dampak perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Arif Priambodo mengatakan, adanya perang dagang Amerika – Tiongkok tak hanya memengaruhi kedua negara tersebut, tapi juga berdampak luas. Terlebih bila negara tersebut menilik ulang fasilitas GSP (The Generalized System of Preference) yang selama ini dinilai cukup menguntungkan negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia.

“Dengan sistem tersebut, negara-negara maju memberikan tarif masuk produk-produk negara berkembang lebih rendah. Namun ada wacana bahwa mereka akan meninjau ulang sistem tersebut, guna memproteksi produk dalam negeri,” ungkapnya, Selasa (10/7).

Jika hal tersebut akhirnya ditetapkan, maka setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan. Yaitu meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan daya saing, serta membuka pasar-pasar baru selain dua negara tujuan ekspor utama tersebut.

“Negara-negara yang telah kami jajaki di antaranya kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan. Potensi di kawasan tersebut cukup bagus, meski sejauh ini ekspor ke negara-negara tersebut masih jauh di bawah Amerika, Tiongkok maupun negara-negara APEC,” ujarnya.

Pada tahun 2017 lalu, total ekspor Jateng ke Timur Tengah mencapai US$ 172,76 juta, kemudian ke kawasan Afrika sebesar US$ 421 juta. Produk-produk yang ditawarkan ke negara-negara tersebut juga lebih berkembang, tak sebatas produk tekstil maupun kayu. “Makanan minuman sudah mulai masuk, selain itu kerajinan-kerajinan dari logam yang digunakan sebagai hiasan juga banyak diminati di negara-negara Arab,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Arif, juga terus berupaya untuk lebih mengenalkan produk-produk Jateng ke negara-negara sasaran pengembangan pasar. “Selain komunikasi, kami juga sering mengikuti pameran dengan misi dagang ke negara-negara tersebut,” ujarnya. (dna/ton)

Silakan beri komentar.