Oknum TNI Diduga Menipu

205

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Seorang oknum anggota Babinsa Koramil Tempuran 22 Kodim 0705/Magelang terancam sanksi. Serka YW diduga telah menipu seorang perempuan asal Salatiga berinisial NN. Bahkan Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi antono telah menarik YW dari sekolah intel yang sedang dijalaninya.

“Saya telah memproses anggota saya termasuk kami juga proses hukum secara disiplin. Yang bersangkutan juga kami tarik dari status siswanya, sebagai siswa Baintel. Kami copot,” kata Kukuh di sela peninjauan lokasi Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-102 di Desa Gandusari Bandongan Kabupaten Magelang, Selasa (10/7).

Terkait sanksi yang akan dijatuhkan, dilihat dari sebesar apa permasalahannya. Apabila menyangkut asusila, menurut Dandim, mungkin akan lebih berat. “Sepanjang yang kami telusuri, untuk sementara tidak ada asusila, hanya beberapa penipuan saja, mungkin tingkat sanksinya lebih rendah. Tetapi apabila ada permasalahan asusila, maka tingkat hukuman disiplinnya akan lebih tinggi,” jelas Dandim.

Kodim sudah berinisiatif untuk melakukan mediasi antara pihak NN di Salatiga dengan Serka YW dan keluarganya beberapa waktu lalu. Namun, NN dan keluarganya tidak mau menemui perwakilan Kodim dan YW. “Pihak NN dan keluarganya tidak mau menemui, yang menemui hanya pihak pengacara dari NN saja. Meski sudah kami tunggu sampai malam tetap tidak mau menemui kami,” jelas Kukuh.

Sementara, ibu kandung NN, As yang ditemui usai mendatangi Sub Denpom Magelang IV/2/1, Senin (9/7) lalu, mengungkapkan, ia dan keluarga besar mengaku kecewa terhadap perlakuan YW kepada NN. As mengaku akan terus melakukan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Orang tua mana sih yang tidak kecewa jika anaknya ditipu dan dibohongi. Ini menyangkut masalah harga diri keluarga juga,” tegas As.

As juga meminta agar YW bisa diproses secara hukum sehingga dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku. Terlebih, menurut As, YW ternyata tidak hanya menjalin hubungan dengan anaknya saja tetapi juga dengan banyak perempuan lain. “Saya minta dia dikasih pelajaran, tidak semua perempuan mau dibeginikan. Urusan dicopot atau tidak itu adalah urusan instansinya,” imbuh As. Ia juga meminta agar permasalahan uang sekitar Rp 90 juta yang dibawa YW bisa dikembalikan. (had/ton)

Silakan beri komentar.