Nelayan Keluhkan Limbah Pasir

304
SAMPAIKAN KELUHAN: Nelayan Batang saat bertemu Bupati, menyampaikan keluhannya atas limbah pembuangan pasir pembangunan pembakit listrik di Pendopo kabupaten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMPAIKAN KELUHAN: Nelayan Batang saat bertemu Bupati, menyampaikan keluhannya atas limbah pembuangan pasir pembangunan pembakit listrik di Pendopo kabupaten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Puluhan nelayan Roban, Siklayu dan Celong mengadu Kepada Bupati Batang Wihaji karena merasa dirugikan oleh buangan limbah pasir berkarang hasil pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang mengakibatkan alat tangkap ikan rusak.

Salah satu nelayan, Edi warga Roban mengatakan, bahwa di wilayah perairan mereka melaut terkena efek buangan pasir bercampur karang, yang diduga buangan limbah penggalian bangunan pondasi disekitar pembangkit listrik di Ujungnegero.

Akibatnya, saat melaut mencari ikan, peralatan mereka banyak yang rusak terutama jaring.“Alat kami banyak yang rusak, karena terkena limbah pasir bercampur karang di perarian kami,” ucapnya.

Ketua HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan, atas kasus ini meminta kepada Pemerintah Batang harus ada langkah-langkah kongkrit agar permasalahan yang menjadi keresahaan nelayan ada solusi. Karena sangat menggangu dan merugikan nelayan setempat.

“Pembuangan limbah drijing pembangunan PLTU tidak  sesuai  dengan peraturan yang ada, yang berakibat limbah lumpur pasir merusak ratusan alat tangkap sehingga sangat meresahkan dan berimplikasi langsung  terhadap nelayan yang mana seharusnya dibuang sejauh 12 mil dari bibir pantai,” ucap Teguh Tarmujo.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pemerintah dapat memfasilitasi apa yang menjadi keluhan nelayan karena sebelum ada buangan limbah nelayan dalam mencari ikan aman-aman saja. Nelayan juga meminta pembuangan limbah harus ada rambu–rambu.”Nelayan sudah menyampaikan aspirasinya dengan baik, saya harap Bupati untuk menegur keras pelaksana pembangunan proyek tersebut,” bebernya.

Paska dilakukan pertemuan secara tertutup, Bupati Batang Wihaji mengatakan pemerintah akan menindakaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga nelayan, kalau memang ditengarai menyalahi aturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) secepatnya akan dipanggil.

“Saya selaku Kepala Daerah besok (hari ini, red) PLTU kita pangggil terkait dengan kejadian ini dan keluhan masyarakat nelayan. Kalau memang nanti tidak sesuai Amdal akan kita tegur.” tegas Wihaji. (han/bas)