Grand Final Duwis Dijanjikan Spektakuler

132
SERIUS –Peserta Mas dan Mbak Duta Wisata Batang 2018 saat mengikuti seleksi di aula pendopo Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SERIUS –Peserta Mas dan Mbak Duta Wisata Batang 2018 saat mengikuti seleksi di aula pendopo Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Malam puncak grand final pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata (duwis) Kabupaten Batang 2018 akan berbeda dibandingkan sebelumnya. Selain menyuguhkan dekorasi panggung yang spektakuler, lokasi penyelenggaraan acara juga berpindah. Di halaman kantor pemkab setempat.

“Kita akan menghelat secara spektakuler, dengan sajian tata panggung menggunakan layar LED dan dekorasi taman. Untuk merealisasikannya, kita tempatkan panggung di depan pendopo pemkab. Agar kita mendapatkan space yang luas, karena diJalan Veteran cukup sempit,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso, Selasa (10/7/2018).

Wahyu menjelaskan, acara telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari pendaftaran, seleksi, karantina, sampai pada malam grand final. Dalam gelaran itu, pihaknya akan menyuguhkan grup musik dan gamelan di atas panggung melamin seluas 16 x16 meter dengan layar LED berukuran 5 x 3 meter.

“Grand final akan kita gelar pada 19 Juli 2018. Namun sebelumnya, pada tanggal 17-18 Juli 2018 seluruh peserta akan kita karantina untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” terangnya.

Pihaknya juga melibatkan alumni duta wisata. Termasuk mempersiapkan pendaftaran dan agenda evennya. Selain itu, juga mengundang finalis duta wisata Indonesia, yakni Kidung beserta artis ibu kota lainnya.

Wahyu mengharapkan, event yang mengusung tema Go To Visit Batang 2022 Heaven of Asia ini, selain dapat memilih putra putri terbaik untuk menjadi duta pariwisata daerah, juga menjadi perwakilan untuk dapat mengharumkan daerah. Kemudian pergelaran acara tersebut juga mampu mengusung popularitas destinasi pariwisata Batang, menuju Batang Years 2022.

“Semoga tahun depan, gelaran grand final ini dapat diselenggarakan di tempat tempat wisata. Karena tahun ini, tempat tempat wisata yang ada belum siap. Seperti THR Kramat atau Pantai Sigandu, bisa kita jadikan rujukan untuk penyelenggaraan tahun depan,” tutupnya. (han/lis)

Silakan beri komentar.