33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Eks Kepala BPN Minta Aset Dikembalikan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Sejak awal tidak ada niat untuk korupsi, semua karena kepatuhan terhadap pimpinan.

Priyono, melalui kuasa hukumnya, Hono Sejati.

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dituntut pidana 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejati Jateng, mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang, Priyono, meminta majelis hakim menetapkan pengembalian harta, sejumlah aset bergerak dan tak bergerak miliknya, atas kasus dugaan korupsi terkait hadiah uang pengurusan hak atas tanah mencapai Rp 8,6 miliar dari pihak ketiga, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam kasus itu, Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pembatalan Wilayah I BPN Pusat nonaktif tersebut juga dibebankan JPU, untuk membayar denda Rp 300 juta subsidair satu tahun kurungan. Atas tuntutan itu, ia meminta majelis hakim mengembalikan sejumlah aset yang disita, karena sesuai fakta tidak ada keterkaitannya dan berhubungan dengan peroleh dari korupsi.

Adapun aset, harta benda yang disita JPU gabungan, diantaranya satu rumah di Jogjakarta, satu di Sleman, dan dua di Sukoharjo. Serta satu mobil Jazz bernopol H 8752 A, satu mobil CRV bernomopol H 7474 AA, emas seberat 35 gram dirampas untuk negara.

“Kami juga meminta agar status blokir di rekening Mandiri dan BCA dibuka,” kata Priyono, melalui kuasa hukumnya, Hono Sejati, Selasa (10/7).

Namun demikian, kliennya, mengaku bersalah atas perbuatannnya dan siap menanggung hukuman. Priyono menyatakan, apa yang dilakukannya karena semata-mata bentuk kepatuhan pada pimpinan. Ia juga mengaku sudah 27 tahun mengabdi di BPN.

“Sejak awal tidak ada niat untuk korupsi, semua karena kepatuhan terhadap pimpinan,” ujarnya.

Dalam kasus itu, JPU gabungan yang diwakili, Musriyono dan Fatoni Hatam menyebutkan, uang tersebut diterima melalui beberapa rekening diantaranya Rp 1,2 miliar langsung ke rekening terdakwa sendiri, rekening Sinny Rp 1,2 miliar, rekening Agung Wibowo Rp 1,6 miliar, rekening Sri Muryani Rp 560 juta, rekening Kamaludin Rp 2,6 miliar, kemudian melalui rekening Arif Sabtara Triwibawa Rp 1,3 miliar.

Disebutkan jaksa, kejadian tersebut bermula saat terdakwa Priyono dalam jabatannya selaku Kasi Hak atas Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) pada kantor BPN Semarang dari 2006-2009, kemudian Kasi HTPT BPN Sukoharjo 2009-2011, Kepala Kantor BPN Kota Pekalongan 2011-2012, berlanjut sebagai Kepala BPN Semarang 2012-2014, terdakwa bertindak sebagai perantara untuk mendapatkan keuntungan baik langsung atau tidak langsung dalam rangka kepengurusan hak atas tanah. (jks/zal)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tak Punya Cerita Pakem, Semua Imajinasi Dalang

Wayang suket atau wayang gaga memang tidak setenar jenis wayang lain. Tapi varian wayang kontemporer ini tetap menarik tanpa mengesampingkan pesan moral layaknya pertunjukan...

Muslim Singapura Kunjungi Ponpes Manbaul Hikmah

KENDAL — Sebanyak 40 perwakilan Komunitas Muslim Singapura mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu.  Mereka bertukar budaya dan belajar...

Pemkab Demak Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Kualitas pendidikan dapat terwujud diantaranya karena faktor kualitas gurunya yang memadai.  Untuk itu, guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) misalnya, tetap menjadi...

Hendi Tutup Ruang Gerak Terorisme di Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rentetan peristiwa aksi terorisme di berbagai daerah yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan kebelakang ini tidak dapat dipungkiri menjadi sebuah...

Respons Cepat lewat Smile Police

SEMARANG-Polda Jateng resmi meluncurkan aplikasi Sistem Manajemen Informasi Layanan Elektronik atau Smile Police. Di dalam aplikasi online tersebut terdapat 11 program prioritas kapolri. Launching...

Semarang Dimekarkan Jadi 26 Kecamatan dan 194 Kelurahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemekaran wilayah kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang terus digodok. Pemekaran ini dilakukan lantaran beberapa kecamatan dan kelurahan dinilai sudah...