33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Dorong UKM Ber-SNI

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Produk terakreditasi akan menjadikan hidup lebih aman. Sebab produk yang memperoleh sertifikasi berarti telah memenuhi standar tertentu dan dinyatakan aman untuk digunakan maupun dikonsumsi masyarakat.

“Dari situ konsumen percaya. Sehingga akses pasarnya ada dan bisa masuk ritel, bahkan eksport. Karena sekarang via online bahkan memungkinkan pasarnya lebih luas,” ujar Bambang Prasetya, Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) dalam peringatan hari akreditasi dunia 2018 di Semarang, Selasa (10/7).

Bambang yang juga Kepala Badan Standar Nasional (BSN) menekankan, akreditasi menjadi penting untuk menjamin bahwa pemilik sertifikat bukanlah penguasa dengan produk abal-abal. Namun sudah berdasar standar yang di-review asesor yang dalam bekerja juga sesuai standar.

“Karena bisnis itu kan kepercayaan. Harus ada kepercayaan yang berkelanjutan. Sehingga harus ada sistemnya. Dan yang kita diskusikan adalah memperkuat sistem akreditasi ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjannah mengatakan, sertifikat SNI memberikan pengaruh terutama meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan pelaku UKM. Dengan sertifikat ini, produk-produk industri di Indonesia, khususnya Semarang bisa bersaing dengan produk negara lain, karena standar SNI tidak hanya untuk lokalan saja.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BSN dan Disperindag provinsi karena UKM kami difasilitasi mendapatkan sertifikat SNI. Hari ini ada 4 di usaha batik,” ujarnya.

Selain batik, pihaknya juga mengusulkan sejumlah produk makanan untuk diberikan sertifikat SNI, seperti bandeng. Di Semarang sendiri ada banyak industri baik kecil maupun menengah yang memiliki potensi bersaing dengan produk luar. “Ada juga pakaian bayi difasilitasi keluar sertifikatnya. Pakaian bayi memang wajib ber-SNI. Nanti akan ada produk lainnya yang akan kami usulkan,” ujarnya.

Salah seorang pelaku UMKM batik di Semarang, Rujiman Slamet, mengaku merasa lebih bertanggungjawab dalam berproduksi. Jika sebelumnya ia hanya berpikiran bagaimana produknya bisa cepat laku setelah selesai, kini ia juga memikirkan secara mutu dan kualitas.”Kita lebih berhati hati. Kemarin juga ada pelatihan alur batik yang benar,” ujar pemilik pemilik Batik Mutiara Hasta ini.

Ia mengatakan, untuk mengajukan sertifikat SNI tidak lah sulit. Bahkan dirinya merasa seakan dijemput untuk memiliki sertifikat untuk meningkatkan kualitas produknya. “Dengan berbagai audit, kemarin kita dinyatakan layak, nggak sulit,” kata penerap SNI batik ini.

Senada, Marheno Jayanto pemilik Zie Batik mengatakan, dengan SNI keuntungannya meningkat hingga 30 persen. Dalam satu tahun, ia mampu memperoleh keuntungan hingga 500 juta. ”Akses pasar lebih mudah. Kita menunjukkan SNI, customer lebih percaya pada kita,” katanya. (sga/zal)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bermuara ke Yang Besar Juga

Oleh: Dahlan Iskan Muara persewaan sepeda ini akhirnya konglomerat juga. Tapi lihatlah riwayat lahirnya: Lima mahasiswa punya hobi yang sama: bersepeda. Mereka pun membuat klub sepeda....

Akhir Tahun, Obligasi Daerah Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Obligasi daerah sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan diharapkan akhir tahun ini dapat diluncurkan. Peraturan daerah maupun hal-hal lain terkait penyelenggaraannya tengah dimatangkan. Kepala...

Sudirman Ruwatan Politik Bersama Bupati Tegal

BREBES -- Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said melakukan  ruwatan politik melalui pertunjukan wayang golek semalam suntuk di Lapangan Tegal Glagah, Desa Slatri,...

Selesaikan Pasar Kanjengan, Digelontor Rp 37 Miliar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Proyek pembangunan Pasar Kanjengan tahap II akan segera dilakukan. Kementerian Perdagangan telah menggelontorkan bantuan dana untuk kelanjutan pembangunan pasar tersebut sebesar...

Keselamatan Penumpang Taksi Online Jadi Perhatian

"Pada masa awal penerapan aturan tentang taksi daring, masih akan dilakukan sosialisasi." Kombes Pol Bakharuddin Dirlantas Polda Jateng RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng...

Membaca Tingkatkan Menulis Narasi Berbahasa Jawa

latin narasi berbahasa Jawa ragam krama itu lebih sulit dibanding menulis latin narasi berbahasa Indonesia. Menulis latin berbahasa Jawa ragam krama perlu media yang...