33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Ungkap Peredaran Sabu Jaringan Lapas

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang berhasil mengungkap pengedaran sabu di Kawasan Wisata Bandungan yang dikendalikan melalui lembaga permasyarakatan (lapas) Kedung Pane Kota Semarang.

Wakapolres Semarang, Kompol Cahyo Widyatmoko mengatakan dalam pengungkapan tersebut juga turut diamankan pengguna, kurir, dan penyuplai.“Bermula dari informasi akan adanya adanya transaksi narkoba di kawasan Bandungan. Berdasarkan penyelidikan transksi narkoba tersebut akan dilakukan oleh seorang pria bernama Yoga,” kata Cahyo, Senin (9/7).

Atas informasi tersebut, petugas lantas melakukan pengintaian. Tepatnya pada Kamis (14/6) pukul 01.30 petugas menemukan keberadaan Yoga yang merupakan warga Bandungan di sekitar Pasar Bandungan sedang bersama seorang wanita diketahui bernama Shalma Rahmawati seorang pemandu karaoke.

Yoga akhirnya dibuntuti dan diketahui menuju Hotel Merah Delima. Atas ijin pengelola hotel, petugas langsung melakukan pemeriksaan. Di dalam kamar, petugas mendapati Yoga dan Shalma sembari membawa satu paket sabu dan potongan sedotan plastik serta bong.

Dari keterangan Yoga, lanjutnya, barang tersebut dibeli rencanannya akan digunakan empat orang. Dimana dua orang lain yaitu Rifantoro dan Setiawan warga Kabupaten Sukoharjo yang juga ditangkap di kawasan Bandungan pada waktu yang bersamaan. “Setelah dilakukan tes urine, ke-empatnya diketahui positif telah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu,” jelasnya.

Tidak berhenti disitu, polisi akhirnya melakukan pengembangan hingga akhirnya meringkus kurir yang menjualkan barang kepada empat orang tersebut yaitu Ardhi Anantha. Ardhi merupakan warga Kota Salatiga. “Karena barang haram tersebut dibeli dari Yoga dari Ardhi Anantha,” ujarnya.

Di depan polisi, Ardhi mengaku jika dirinya hanya menjadi kurir untuk mengantarkan sabu kepada Yoga. Dari keterangan Ardhi, diketahui jika peredaran barang haram tersebut dikendalikan oleh sesorang pria yang kini berada di dalam Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang. Kendati begitu ia sama sekali tidak mengenal siapa jatidiri sesungguhnya kecuali nama panggilannya saja.

Karena ia pernah bertemu dengan pria tersebut di dalam lapas saat tersangkut kasus narkoba. “Yang saya tahu nama panggilannya hanya Kecap,” jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke lima pelaku diancam dengan pasal 12 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomer 35/2009, tentang narkotika. Adapun hukuman yang akan diterima paling lama 10 tahun pejara. (ewb/bas)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

PDIP Sudah Kantongi Dua Nama

SEMARANG- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengantongi dua nama untuk diajukan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018 mendatang....

218 Penderita Katarak Kini Bisa Melihat

TEMANGGUNG—Sebanyak 218 penderita katarak menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, Sabtu (4/11) akhir pekan lalu. Dari 218 penderita katarak itu,...

Asita Gencar Gaet Wisatawan Uni Eropa

RADARSEMARANG.COM, SOLO–Dicabutnya izin terbang ke Eropa alias EU Flight Ban berbanding lurus dengan terbukanya promosi wisata Kota Solo di benua biru. Apalagi selama ini...

Tanam 1000 Bibit Pohon Kopi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Kawasan Bukit Menoreh di Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang dihijaukan dengan penanaman 1.000 pohon kopi, Jumat (22/6). Penghijauan dilakukan...

Pentingnya Media Power Point dalam Pembelajaran IPS

RADARSEMARANG.COM - DI jenjang SMP, mata pelajaran  IPS adalah IPS terpadu, tidak seperti di jenjang pendidikan atas yang mana IPS merupakan mono disiplin ilmu....

Diduga Ada Maladministrasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kisruh input data dalam pengumuman perekrutan pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, patut diduga terjadi...