Temukan 10 SKTM Palsu

294
DISKUSI: Kepala Sekolah Tingkat Atas di Kabupaten Batang berdiskusi dengan pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Senin (9/7) membahas berbagai persoalan yang muncul. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISKUSI: Kepala Sekolah Tingkat Atas di Kabupaten Batang berdiskusi dengan pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Senin (9/7) membahas berbagai persoalan yang muncul. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Aturan yang mengharuskan mendahulukan siswa tidak mampu walupun memiliki nilai kurang membuat masyarakat berbondong-bondong mencoba mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar mendapat poin tambahan, sehingga putra-putrinya bisa lolos masuk ke sekolah yang diinginkan, terutama yang favorit.

Di kabupaten Batang, salah satu sekolah favorit menemukan 10 SKTM palsu dari anak didiknya. Hal ini diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Batang Siti Ismuzaroh saat bertemu dengan pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang bersama belasan Kepala Sekolah Tingkat Atas di Kabupaten Batang, pada Senin (9/7) di aula setempat.

“Ada beberapa siswa yang mendaftar di SMAN 1 Batang terbukti menggunakan SKTM dengan data palsu, akhirnya dicabut pendaftarannya. Dan dimasukkan regular,” ucap Siti Ismuzaroh.

Sejak adanya polemik SKTM merebak di masyarakat, dijelaskan Ismuzaroh, sekolahnya langsung sigap dengan membuat perjanjian ditas materai bagi soswa yang menggunakan SKTM, bahwa memang data sesaui aslinya mereka miskin.

Sehingga setelah dilakukan pendaftaran online, sesuai data SKTM, diturunkan tim langsung ke lapangan. Untuk mengecek keberadaan keluarga siswa apakah benar-benar miskin atau tidak. “Dilapangan ternyata ada 10 orang yang menggunakan SKTM palsu, sehingga langsung kami tindak,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupten Batang Achmad Taufiq menjelaskan, bahwa kegiatan pengumpulan Kepala Sekolah menengah di Batang tersebut, bertujuan untuk mengetahui perkembangan pendaftaran siswa baru.

“Kami mengumpulkan kepala Sekolah negeri dan Swasta di Kabupaten Batang, walaupun kewenengan ada di Provinsi namun mereka juga sekolah di Batang, jadi ingin kita dengar,” jelasnya.

Dari hasil diskusi dan berbagai informasi yang didapat bahwa  adanya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 secara online di Kabupaten Batang, malah menguntungkan sekolah-sekolah yang selama ini terpinggirkan.  Karena keterbatasan kuota di sekolah favorit, pilihan mendaftar di sekolah lain meningkat.

“Tadi (kemarin, red) sempat ada maslaah SKTM juga, karena saya juga dikeluahkan masyarakat termasuk Bupati langsung. Namun pada intinya, bukan peraturannya yang salah, akan tetapi masyarakatnya sendiri yang harus bijak,” tandasnya. (han/bas)