SKTM Tak Sesuai, Satu Peserta Didiskualifikasi

346

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Panitia verifikasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Ungaran menemukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai. Wakil Kepala (Waka) SMAN 1 Ungaran, Hari Murti mengungkapkan temuan tersebut saat pihak panitia melakukan survei langsung ke rumah peserta PPDB.

Dikatakannya hasil survei menyatakan jika orang tua dari peserta PPDB sekolah tersebut masuk dalam kategori mampu.

“Satu orang yang SKTM nya kita tolak karena tidak sesuai dengan kondisinya. Rumahnya besar, punya mobil. Jadi SKTM nya kita tolak dan harus bertarung dengan peserta lain melalui nilainya di sekolah lain,” ujarnya.

Akhirnya satu peserta yang mengggunakan SKTM tidak sesuai tersebut didiskualifikasi dari PPDB SMAN 1 Ungaran. Dikatakan Hari, dari pengakuan pengguna SKTM yang didiskualifikasi tersebut karena terjadi miskomunikasi. “Yang bersangkutan menjelaskan jika ada pihak luar yang mengatakan kepadanya kalau ingin masuk di SMAN 1 Ungaran harus punya SKTM, itu kesalahannya,” katanya

Seperti diketahui, PPDB online SMA/SMK dibuka sejak 1 Juli hingga 6 Juli. Namun proses verifikasi dan analisis data peserta oleh sekolah masih tetap dilakukan hingga 10 Juli 2018. Pengumuman lolos tidaknya yaitu pada 11 Juli 2018.

Setelah diterima, pada 12 dan 13 Juli masing-masing peserta harus melakukan pendaftaran ulang disekolah-sekolah yang menerimanya. SKTM sendiri merupakan salahsatu syarat bagi peserta PPDB online yang hendak masuk memallui jalur masyarakat kurang mampu. “Di SMAN 1 Ungaran, pada saat verifikasi barang siapa yang melapirkan SKTM langsung diberikan arahan,” katanya.

Apabila diketahui peserta menggunakan SKTM yang tidak sesuai bahkan memalsukannya maka akan didiskualifikasi dari kepesertaan PPDB di sekolah yang dituju.

Setelah satu peserta didiskualifikasi jumlah peserta PPDB online di SMAN 1 Ungaran yang mendaftar melalui jalur masyarakat kurang mampu sebanyak 25 orang. Kesemuanya tersebar di tiga jurusan, yaitu IPA sebanyak 10 orang, IPS 12 orang dan Bahasa 3 orang.“Khusus menggunakan KIP (Kartu Indonesia Pintar) tidak kita survey karena datanya sudah sesuai dengan pemerintah dan itu yang mengeluarkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Adapun kuota setiap sekolah untuk menerima siswa dari jalur masyarakat kurang mampu sebesar 20 persen. Sementara itu jumlah siswa yang akan diterima SMAN 1 Ungaran dalam PPBD 2018 ini sebanyak 396 anak.

Dimana kesemuanya terbagi menjadi tiga kelas yaitu IPS yang akan diterima sebanyak 108 anak, IPA sebanyak 252 anak, dan Bahasa sebanyak 36 anak. Berbeda dengan SMAN 1 Ungaran, SMAN 2 Ungaran lebih banyak membuka pintu siswa yang mendaftar melalui jalur SKTM.

Waka Kesiswaan SMAN 2 Ungaran, Kenya, mengungkapkan jika saat ini sebanyak 80 peserta mendaftar di sekolah tersebut melalui jalur tidak mampu dengan melampirkan SKTM.“Sebelumnya 84, namun yang 4 mundur sebelum dilakukan survey,” ujar Kenya.

Hingga kini pihak sekolah setempat juga masih melakukan analisis dan survey untuk 80 peserta yang mendaftar melalui jalur SKTM.“Kuota untuk yang menggunakan SKTM sesuai aturan kuotanya 20 persen,” katanya.

Membludaknya peserta yang mendaftar melalui jalur SKTM, dikarenakan kemudahan untuk mendapatkan surat tersebut. Karenannya, ia berharap supaya Pemkab Semarang memberikan pembekalan kepada pihak kelurahan/desa untuk lebih selektif apabila hendak mengeluarkan SKTM.

Juga, supaya pihak kelurahan/desa tidak dengan mudah mengeluarkan SKTM saat mendekati PPDB. “Seharusnya kelurahan yang benar-benar tahu kondisi warganya jangan mudah membuat SKTM saat mendekati pendaftaran sekolah,” ujarnya. (ewb/bas)