Siapkan Generasi Muda Berkarakter

191
PENGENALAN : Suasana kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SMK Citra Medika hari pertama. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
PENGENALAN : Suasana kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SMK Citra Medika hari pertama. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – SMK Citra Medika Kota Magelang menyiapkan peserta didiknya menjadi generasi muda yang berkarakter, berkarya dan mendunia (BBM). Sebagai langkah awal, sebanyak 214 peserta didik baru mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Kemarin, merupakan hari pertama PLS dimulai.

Pembina OSIS SMK Citra Medika Kota Magelang, Sri Haryani mengatakan, PLS akan dilaksanakan selama empat hari. Pada hari pertama, anak-anak didampingi oleh orang tuanya untuk mengetahui program-program sekolah. Hari kedua, diberikan materi kedisiplinan berlalul intas dengan pemateri dari Satlantas Polres Magelang Kota dan materi pencegahan pergaulan bebas dari Woman Crisis Center (WCC) Kota Magelang. Selanjutnya, ada penampilan esktrakurikuler yang mengusung tema tradisional, dan hari terakhir adalah penguatan karakter bertajuk “The Great and Religius Generation Ready for the International Competition”.

“Saat ini, tantangan zaman sangat luar biasa. Bahkan, anak-anak telah dimanjakan oleh teknologi yang canggih dan ruang komunikasi yang mudah. Tapi kami ingin, anak-anak tetap menjadi generasi yang tidak meninggalkan jati diri bangsa Indonesia,” kata perempuan yang akrab di panggil Ani itu, Senin (9/7).

Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Citra Medika Kota Magelang, Sri Nuryanto menambahkan, 214 peserta didik tersebut terbagi dalam 6 kelas. Dua kelas untuk Kompetensi Farmasi, empat kelas Kompetensi Keperawatan. “Peserta didik juga tidak hanya dari Magelang, namun ada yang dari Lampung, Palembang, Serang, Wonosobo dan beberapa kota lain,” tambahnya.

Sementara itu, Didik, 55, orang tua dari Finda Novitasari mengapresiasi pihak sekolah dalam menyusun program sekolah, baik akademik dan nonakademik. Seperti yang ia ketahui, peserta didik wajib hafal 20 surat pendek sebelum lulus dari sekolah. “Anak saya punya kemauan sendiri untuk sekolah di sini, dan saya dukung karena cita-cita dia ingin jadi perawat,” ucap warga Bandongan, Kabupaten Magelang tersebut. (put/ton)