Pertandingan Diwarnai Kericuhan Suporter

1164
PINGSAN: Suporter Persik Kendal pingsan akibat kerusuhan antar suporter di Stadion Utama Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PINGSAN: Suporter Persik Kendal pingsan akibat kerusuhan antar suporter di Stadion Utama Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Laga lanjutan Liga 2 Indonesia yang mempertemukan antara Persik Kendal melawan Persis Solo berlansung ricuh. Kericuhan terjadi bukan antar pemain, melainkan antar suporter kedua kesebelasan. Akibatnya beberapa suporter dari kedua belah pihak mengalami luka akibat saling lempar dan baku pukul.

Belum diketahui penyebab kerusuhan antar, namun diduga kerusuhan dipicu adanya oknum yang memancing kerusuhan dengan saling mengejek. Alhasil, kerusuhan tak terelekan. Bahkan tidak hanya suporter kedua belah pihak yang menjadi korban, tapi juga panitia pelaksana lokal menjadi bulan-bulanan suporter akibat mencoba melerai kerusuhan. Bahkan beberapa kameramen dan wartawan yang mengambil gambar dan  video pertandingan terkena lemparan batu.

Salah saru panpel lokal, Mulyanto jadi korbannya. Ia mengaku saat terjadi kerusuhan, dirinya bersama panitia pusat mendekati lokasi dengan  mencoba mendamaikan. “Tapi saya dikira suporter dan lansung dipukuli puluhan orang,” katanya, kemarin.

Ia mengaku tidak bisa membalas dan hanya bisa menutupi kepala agar tidak terkena lemparan  batu. “Mau melawan atau membalas memukul juga tidak mungkin, karena kami panitia. Untung saya diselamatkan panitia lainnya,” akunya.

Hal senada dikatakan Selamet Priyatin, ia mengaku terkena lemparan batu yang mengenai bahu depan hingga memar. “Pas ada kerusuhan saya mendekat bersama panitia dan petugas keamanan, puluhan suporter melempari kami dengan batu,” aku wartawan dari media online itu.

Sementara selama pertandingan kedua klub justru menampakkan suportifitas.  Baik dari Persik maupun Persis tanding secara fairplay. Meski akhirnya tim tamu Persis Solo berhasil unggul 1-0 atas tuan rumah Persik Kendal..

“Secara permainan saya lihat imbang, kami bisa mengimbangi permainan Persis Solo. Tapi sayangnya, pemain kami susah mencetak gol. Bahkan kami malah kecurian poin di kandang sendiri,” kata pelatih Persik Kendal Eduard Tjong.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa menyayangkan adanya kerusuhan antar   Suporter. Ia berharap panitia bisa lebih selektif saat memasukkan penonton ke arena tribun. “Periksa jangan sampai membawa batu atau senjata tajam. Kalau sudah kejadian seperti ini kan namanya kecolongan, masa penonton di kursi tribun bisa dapat batu,” tuturnya. (bud/bas)