Lacak Nasib Imam Nahrowi

274
LACAK TKI: Kepala Dinakerin Pemkab Demak, Eko Pringgilaksito dikantornya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LACAK TKI: Kepala Dinakerin Pemkab Demak, Eko Pringgilaksito dikantornya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak melacak keberadaan nasib, Moh Imam Nahrowi, 43, warga Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Ini setelah dikabarkan yang bersangkutan diduga menjadi salah satu korban speedboat yang tenggelam dalam penyeberangan dari Batam ke Johor beberapa hari lalu.  Kabar tersebut juga telah viral di media sosial.

Kepala Dinakerin Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konsulat) RI di Johor Malaysia serta mencari informasi terkait masalah itu dengan instansi terkait. Namun, hingga kini belum ada kepastian nasib Imam Nahrowi tersebut.

“Setelah kita cek, namanya tidak ada dalam database TKI atau pekerja migran nasional. Dari Dinakerin juga tidak pernah ada rekomendasi untuk TKI atas nama Imam Nahrowi itu,” ujar dia didampingi Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Dinakerin,  Eko Hardiyanto dikantornya, kemarin.

Ketiadaan nama yang bersangkutan dalam database TKI itu menyulitkan pihaknya melacak keberadaan Imam. Ini  dimungkinkan Imam Nahrowi bekerja ke Malaysia melalui jalur non formal.  “Kita juga sudah menggali masalah ini ke pihak keluarganya. Informasi yang kita peroleh, Imam memang sudah lama bekerja di Malaysia dan seringkali pulang pergi,” ujar Eko.

Menurutnya, jika keberangkatan Imam sebagai TKI dilakukan secara non formal, maka Dinakerin sulit mengambil langkah terkait penanggungjawab nasibnya. Karena itu, Eko berharap, para TKI yang bekerja ke luar negeri (LN) hendaknya melalui jalur resmi atau procedural.

Dengan demikian, hak haknya sebagai pekerja migran dapat terlindungi, termasuk jika ada kejadian seperti itu dapat dilacak keberadaannya. Menurutnya, jika mau bekerja ke LN dengan resmi, maka perlu kesiapan mengurus segala kelengkapannya.

Selain punya keterampilan juga harus mendapatkan rekomendasi dari Dinakerin setempat.  Rekomendasi ini dinilai penting karena akan menjadi pegangan dalam mencari pihak yang memberangkatkannya nanti. “Kita selektif sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (hib/bas)