Kampanyekan Cinta Alquran, Tiap Hari Khatamkan Satu Juz

Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Semarang

380
CINTA ALQURAN: Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Semarang di sela kegiatan bersama untuk terus mengampanyekan generasi cinta Alquran. (ISTIMEWA)
CINTA ALQURAN: Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Semarang di sela kegiatan bersama untuk terus mengampanyekan generasi cinta Alquran. (ISTIMEWA)

Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Semarang merupakan wadah bagi anak-anak muda yang cinta dengan Alquran. Mereka ingin terus mengampanyekan kepada masyarakat umum agar bisa terus melahirkan generasi Qurani di Jawa Tengah.

MIFTAHUL A’LA

RADARSEMARANG.COM – KOMUNITAS ODOJ terbentuknya berawal dari beberapa anak muda di Kota Semarang yang menjadi anggota tilawah One Day One Juz di grup WhatsApp 2014 silam. Dari situlah, mereka sepakat bertemu dan berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Mereka ingin mengajak, generasi muda bisa lebih mencintai dam mengamalkan Alquran.

“Awalnya hanya kumpul bareng, kemudian ada inisitif dari Pak Ashim seorang hafidz dari Salatiga untuk bisa membentuk komunitas ini. Karena memang sebelumnya belum ada,” kata Ketua ODOJ Semarang, Totok Hadi Fitoyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Alasan dibentuknya kepengurusan ODOJ di Semarang adalah untuk memfasilitasi kegiatan kopi darat (kopdar) bagi para Odojer yang tinggal di sekitar Semarang. Selain itu, nantinya komunitas ini berusaha menyediakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mendekati Alquran.

“Kami ingin mengajak generasi muda untuk membiasakan dan lebih akrab dalam membaca Alquran, meningkatkan kedisiplinan pribadi dalam mengkhatamkan Alquran setiap bulannya, dan untuk mempererat tali silaturahmi di kalangan umat Islam dimanapun,” ujarnya.

Saat awal pembentukan, banyak yang belum kenal ODOJ Semarang. Hal itu membuat animo masyarakat yang ketika itu kurang tertarik. Padahal, di Kota Semarang dan sekitarnya banyak penghafal dan pecinta Alquran. Dari situlah, ia bersama dengan sejumlah rekannya berupaya agar bisa memperkenalkan komunitas ODOJ di Semarang dan sekitarnya. “Ini menjadi wadah yang sangat dibutuhkan, sehingga anak-anak muda bisa lebih mengenal dan bisa bergabung di dalamnya,” tambahnya.

Sejumlah kegiatan dilakukan sebagai upaya memperkenalkan ODOJ kepada masyarakat umum. Seperti talkshow, silaturrahim akbar ODOJ serta kegiatan rutin sosial kepada masyarakat. Perkembangan teknologi ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan menambah anggota ODOJ Semarang. Hasilnya, anggota sejumlah daerah, seperti Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Demak, Pati, Jepara, Rembang, Blora, dan Kudus terus meningkat.

“Kami juga rutin menggelar acara kumpul bareng sebagai upaya menjaga silaturahmi dan menjaga agar gerakan cinta Alquran semakin tersebar di Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.

ODOJ Semarang merupakan sebuah komunitas dan wadah bagi para pecinta Quran. Selain menjadi satu tempat untuk para Odojer berkumpul dan bersilaturahmi, ODOJ Semarang merupakan satu komunitas yang saat ini keberadaannya telah dikenal dan diakui di masyarakat. Perkembangan teknologi seperti aplikasi WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM) terus dimanfaatkan sebagai upaya mengampanyekan kepada masyarakat pentingnya mencintai dan mengamalkan Alquran.

“Sejumlah kegiatan rutin terus kami lakukan sebagai upaya memupuk rasa cinta terhadap Alquran, untuk membiasakan dan lebih akrab dengan membaca Alquran, untuk meningkatkan kedisiplinan pribadi dalam mengkhatamkan Alquran setiap bulannya, dan mempererat tali silaturahim di kalangan umat Islam,” bebernya.

Ia menambahkan, dengan adanya ODOJ Semarang, semoga menjadi wadah bagi para Odojer khususnya di Semarang untuk bersama-sama melakukan kebaikan membumikan Alquran dan membentuk generasi Qurani. Pihaknya terus mengampanyekan generasi cinta Alquran.

“Saat ini sangat miris melihat anak-anak muda lebih suka hidup bebas, karena kemajuan teknologi. Ayo bersama-sama mengajak generasi muda lebih cinta Alquran. Selain mendapatkan pahala, hati akan menjadi lebih tenteram dan damai,” tambahnya. (*/ida)