Dengan kekosongan jabatan direksi membuat pelaksana tugas (Plt) atau Pjs tidak bisa totalitas. Harusnya segera diangkat pejabat definitif.

H Supriyadi, Ssos, MA
Ketua DPRD Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendesak jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal segera mendefinitifkan kekosongan pejabat untuk mengoptimalkan kinerja.

“Kekosongan di jajaran direksi, seperti direktur utama, direktur teknik, dan direktur umum ini berpengaruh dengan kinerja,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Senin (9/7).

Meski saat ini jabatan tersebut diisi oleh pejabat sementara (Pjs), Supriyadi mengatakan, kinerjanya tentu tidak bisa diharapkan secara optimal karena pikiran mereka tidak sepenuhnya tercurah di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, kekurangan pasokan air baku tersebut mempengaruhi pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah Semarang Timur, sebagian Semarang Utara dan Semarang Tengah beberapa waktu lalu.

Sementara, beberapa wilayah di Semarang aliran air bersih PDAM yang semula terhambat akibat kurangnya pasokan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, kini sudah mulai berjalan lancar. Hal serupa juga terjadi di Tlogosari dan Bukit Kencana Jaya.

“Sebenarnya, ini PR (pekerjaan rumah) bersama. Karena dengan kekosongan jabatan direksi membuat pelaksana tugas (Plt) atau Pjs tidak bisa totalitas. Harusnya segera diangkat pejabat definitif,” terangnya.

Menurutnya, Pjs tidak akan maksimal dalam menjalankan jabatan di PDAM. Pasalnya, yang bersangkutan mengemban dua jabatan dan dimungkinkan bisa membuatnya tidak maksimal dalam menjalankan tanggung jawab jabatan.

Dengan diangkatnya pejabat definitif, menurut Supriyadi, para pejabat yang ditunjuk akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk menjamin pasokan air bersih di wilayah tersebut.

Apalagi, kata dia, legislatif sudah menyetujui peraturan daerah tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang dimaksudkan mengatasi persoalan air bersih bagi masyarakat Kota Semarang.

“Sekarang kan sudah berjalan proses rekrutmennya. Sesegera mungkin diselesaikan, didefinitifkan agar tanggung jawabnya jelas. Yang jelas, mereka harus orang yang profesional,” tegasnya.

Dalam arti, pejabat yang akan menduduki jabatan di direksi PDAM tidak hanya mementingkan profit, melainkan juga kepentingan pelanggan dalam pelayanan air bersih.

Terpisah, sejumlah warga mengaku aliran air PDAM Kota Semarang sekarang ini sudah mulai lancar, seperti Eko, warga Kelurahan Pandeanlamper, Gayamsari mengaku sangat mengandalkan air PDAM.

“Saya punya sumur, tapi airnya kan tidak terlalu bersih. Jadi ya, saya jauh lebih senang pakai PDAM. Alhamdulillah, sekarang ini sudah mulai lancar. Nggak seperti kemarin-kemarin,” ujarnya. (tsa/zal)