Bupati Pantau Kesiapan Pasar Darurat  

113
GRATIS: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berdialog dengan pedagang pasar darurat, untuk memastikan bahwa semua pedagang menempati pasar darurat dengan gratis. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GRATIS: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berdialog dengan pedagang pasar darurat, untuk memastikan bahwa semua pedagang menempati pasar darurat dengan gratis. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (9/7) kemarin, melakukan sidak ke pasar Darurat di Keluarahan Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni untuk memastikan kondisi 1900 pedagang yang menempati Pasar daurat.

Bupati juga melakukan dialog dan diskusi untuk menampung keluh kesah pedagang. Sehingga Bupati Asip diharapkan dapat langsung memberikan solusi seperti keterbatasan air bersih dan musala yang kurang bersih karena lantainya belum dipasang karpet, serta terbatasnya tempat sampah.

Usai berkeliling, Bupati Asip menghadiri tasyakuran pedagang yang baru menempati pasar darurat meski beberapa hari sebelumnya banyak pedagang yang sudah mulai berjualan, khususnya pedagang sayuran yang datang lebih awal.

“Hari ini (kemarin, red) adalah hari pemindahan dan penempatan pasar darurat. Tadi pedagang membawa tumpeng, dan mengusung serta memasang sendiri barang-barang dagangan di los mereka,” ungkap Bupati Asip.

Menurutnya semangat para pedagang pasar darurat sangat luar biasa, meski kondisi pasar darurat transaksi jual beli tetap ramai, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears ini, sangat didukung pedagang.

“Suasana pemindahan dan penempatan tadi sangat kondusif, bahkan konsumen yang datang ke Pasar Darurat tetap ramai seperti kondisi pada Pasar Induk Kedungwuni. Pedagang sangat mendukung pembangunan pasar induk,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa Pemda telah menyiapkan lahan 5 hektare, di pasar darurat untuk menampung 1.900 pedagang pasar induk. Area itu untuk mengantisipasi adanya pedagang baru. “Aspirasi masyarakat sekitar 300 orang yang ingin ikut berdagang, juga sudah kita tempatkan. Namun masih proses,” sambungnya.

Arus lalu lintas sekitar pasar darurat dapat diatur sedemikian rupa sehingga pedagang dan konsumen merasa nyaman.”Secara keseluruhan semua berjalan lancar dan semua gratis. Pedagang hanya bayar retribusi saja setiap hari yang nilainya Rp 2.500 untuk pedagang kios, dan Rp1.000 untuk eceran,” tandas Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa pada tahun 2018 ini, Pemda Kabupaten Pekalongan akan membangun Blok B dan C di Pasar Kedungwuni dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD tahun 2018 dan Rp 16 miliar bantuan dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah.

Menurutnya Pasar Kedungwuni modern diperuntukan pada pedagang lama yang memiliki Kartu SIP, yang jumlahnya lebih dari 1800 pedagang, dan pedagang baru akan dipikirkan setelah semua pedagang lama tertampung.“Pasar Kedungwuni modern yang baru ini, memang untuk UMKM, karena standar harga sewanya terjangkau dan murah,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)

Silakan beri komentar.