33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Bupati Pantau Kesiapan Pasar Darurat  

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (9/7) kemarin, melakukan sidak ke pasar Darurat di Keluarahan Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni untuk memastikan kondisi 1900 pedagang yang menempati Pasar daurat.

Bupati juga melakukan dialog dan diskusi untuk menampung keluh kesah pedagang. Sehingga Bupati Asip diharapkan dapat langsung memberikan solusi seperti keterbatasan air bersih dan musala yang kurang bersih karena lantainya belum dipasang karpet, serta terbatasnya tempat sampah.

Usai berkeliling, Bupati Asip menghadiri tasyakuran pedagang yang baru menempati pasar darurat meski beberapa hari sebelumnya banyak pedagang yang sudah mulai berjualan, khususnya pedagang sayuran yang datang lebih awal.

“Hari ini (kemarin, red) adalah hari pemindahan dan penempatan pasar darurat. Tadi pedagang membawa tumpeng, dan mengusung serta memasang sendiri barang-barang dagangan di los mereka,” ungkap Bupati Asip.

Menurutnya semangat para pedagang pasar darurat sangat luar biasa, meski kondisi pasar darurat transaksi jual beli tetap ramai, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears ini, sangat didukung pedagang.

“Suasana pemindahan dan penempatan tadi sangat kondusif, bahkan konsumen yang datang ke Pasar Darurat tetap ramai seperti kondisi pada Pasar Induk Kedungwuni. Pedagang sangat mendukung pembangunan pasar induk,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa Pemda telah menyiapkan lahan 5 hektare, di pasar darurat untuk menampung 1.900 pedagang pasar induk. Area itu untuk mengantisipasi adanya pedagang baru. “Aspirasi masyarakat sekitar 300 orang yang ingin ikut berdagang, juga sudah kita tempatkan. Namun masih proses,” sambungnya.

Arus lalu lintas sekitar pasar darurat dapat diatur sedemikian rupa sehingga pedagang dan konsumen merasa nyaman.”Secara keseluruhan semua berjalan lancar dan semua gratis. Pedagang hanya bayar retribusi saja setiap hari yang nilainya Rp 2.500 untuk pedagang kios, dan Rp1.000 untuk eceran,” tandas Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa pada tahun 2018 ini, Pemda Kabupaten Pekalongan akan membangun Blok B dan C di Pasar Kedungwuni dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD tahun 2018 dan Rp 16 miliar bantuan dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah.

Menurutnya Pasar Kedungwuni modern diperuntukan pada pedagang lama yang memiliki Kartu SIP, yang jumlahnya lebih dari 1800 pedagang, dan pedagang baru akan dipikirkan setelah semua pedagang lama tertampung.“Pasar Kedungwuni modern yang baru ini, memang untuk UMKM, karena standar harga sewanya terjangkau dan murah,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

3.900 Warga Belum Punya KTP-el

SALATIGA – Pelaksanaan pilkada Kota Salatiga pada 15 Februari mendatang diharapkan bisa berjalan lancar. Namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan yakni persoalan netralitas...

Pasar Properti Cenderung Flat

MAGELANG – Pasar properti di Indonesia pada tahun 2017 terhitung flat atau tetap. Pasalnya, tahun ini, faktor daya beli di semua faktor bisnis menurun. Marketing...

Mengukur Ketercapaian Kompetensi Siswa Melalui UKK

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan dan membentuk watak. Ini sebagaimana diamanatkan dalam...

Untung Ada Tong Eng

SEMARANG - Sosok M. Ridwan benar-benar menjadi sosok penting bagi tim PSIS Semarang yang kini tengah bertarung di ajang Liga 2 musim 2017. Gelandang...

Direksi PD BPR BKK Dirombak Total

KAJEN – Bejo Waluyo, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PD BPR BKK  Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/1) resmi dicopot dari jabatannya. Dia digantikan Aji...

Pelaku Cekik Korban Hingga Tewas

KENDAL—Pelaku pembunuhan terhadap Karlina Dwi Jayanti, 21, warga Tegal, dilakukan dengan sangat keji oleh tersangka Sunari, 41, warga Kecamatan Plantungan. Pelaku memukul dan mencekik...