Tebar Virus Menulis di Kalangan Guru Batang

260
ANTUSIAS: Para guru di Kabupaten Batang berfoto bersama di sela pelatihan menulis artikel populer di media massa yang digelar di MA NU Banyuputih. (IWAN/Jawa Pos Radar Semarang)
ANTUSIAS: Para guru di Kabupaten Batang berfoto bersama di sela pelatihan menulis artikel populer di media massa yang digelar di MA NU Banyuputih. (IWAN/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Jawa Pos Radar Semarang terus menebar virus menulis bagi kalangan guru. Kali ini,  sasarannya para guru SD/MI, SMP/MTs serta SMA/SMK/MA negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Batang. Kegiatan yang diikuti 93 guru tersebut digelar di gedung serba guna Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Banyupatih, Minggu (8/7).

Tiga pembicara tampil dalam pelatihan yang dimulai pukul 09.00-14.30 tersebut. Mereka adalah Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto; Redaktur Pelaksana Ida Norlayla dan Ketua Kelompok Publikasi Ilmiah Guru (KPIG) Jawa Tengah, Endon Nurcahyati SPd.

Sesi pertama diisi materi PKB Guru, Karya Ilmiah Guru dan Angka Kreditnya yang disampaikan Endon Nurcahyati. Selanjutnya sesi kedua, Ida Norlayla memaparkan  Strategi Menulis Artikel Ilmiah Populer di Media Massa. Untuk sesi terakhir, Pemilihan Tema dan Praktik Menulis Artikel Ilmiah Populer di Media Massa disampaikan oleh Arif Riyanto.

Sesi terakhir ini yang paling seru. Karena setiap peserta diminta membuat judul dan permasalahan yang akan diangkat menjadi artikel populer. Di sesi ini, baik Arif maupun Ida berkeliling dari meja ke meja peserta dan melakukan pembahasan secara terbuka.

Sri Ayu Sipah SHut misalnya. Guru MTs Darul Hikmah  Subah Batang ini mengambil judul artikel Belajar Akuntansi dengan Market Approach. “Permasalahan dan solusi sudah saya susun, mungkin tinggal diskripsi dan ulasannya yang masih kurang,” kata Ayu, sapaan akrabnya saat berkonsultasi dengan Ida Norlayla.

Peserta lainnya, Daurotu Arrizqiyanti dari MAN Pekalongan mengaku sempat bingung dalam menentukan tema artikel. “Saya sebenarnya sudah punya bayangan apa yang saya tulis, tapi kok susah saat mengungkapkan dalam tulisan,” ucap guru yang akrab dipanggil Bu Aris ini sambil tersenyum.

Rupanya guru sejarah ini ingin mengangkat model pembelajaran dengan  menggunakan game ala Eat Bulaga! Indonesia di salah satu stasiun televisi swasta. “Jadi, siswa zaman now itu susah kalau disuruh menghafal sejarah. Makanya, saya pakai model pembelajaran dengan game ala Eat Bulaga. Ternyata siswa antusias,” katanya.

Guru SMA Negeri 1 Gringsing, Agus, mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Setidaknya, lewat pelatihan menulis artikel populer ini, bisa menjadi ‘jalan tol’ baginya berkarya di media cetak, serta meningkatkan kompetensinya dalam bidang penulisan karya ilmiah populer. Sebab, kata Agus, dirinya sebenarnya memiliki banyak artikel dan pemikiran yang selama ini hanya disimpan.

“Sebelumnya banyak guru yang kesulitan bisa menulis artikel populer di media massa demi mendapat penilaian angka kredit (PAK). Adanya pelatihan ini membuat kami lebih mudah memahami cara manulis artikel yang bisa dimuat di media cetak,” ujar guru yang kemarin mengangkat tema artikel tentang Asyik Belajar Bahasa Inggris lewat Windows Shopping ini.

Lain lagi dengan Sri Utiarsi Budihastuti, guru SMKN Warung Asem, Batang. Begitu mendapat penjelasan dari Arif Riyanto jika tema artikel populer bisa berasal dari hasil penelitian/riset, ia pun langsung teringat dengan hasil penelitian siswa yang pernah dibimbingnya. “Saya akan menulis tentang pemanfaatan limbah styrofoam dan cangkang telur sebagai keramik. Rasanya kok menarik, apalagi dengan semakin meningkatnya penggunaan styrofoam,” ucapnya

Ketua KPIG Jateng, Endon Nurcahyati, mengatakan, pelatihan menulis artikel populer di media massa ini diharapkan bisa mencetak banyak “guru penulis” di wilayah Kabupaten Batang. Ia mengaku ingin menyebarkan virus menulis kepada para guru di wilayah yang dipimpin Bupati Wihaji ini.

“Saatnya para guru di Batang tidak hanya menjadi guru biasa-biasa saja, tapi harus menjadi guru hebat yang bisa menulis di media cetak,” kata alumnus Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MA NU 01 Banyuputih ini mengaku sudah sering mengikuti pelatihan menulis, termasuk yang pernah digelar oleh Jawa Pos Radar Semarang. Sejumlah artikel populernya juga sudah pernah dimuat di media cetak. Karena itu, ia ingin mengajak para guru di Batang untuk ikut belajar menulis, sehingga tidak kalah dengan wilayah lain, seperti Kota Semarang dan Purworejo.

“Sejak kuliah, saya senang menulis. Bahkan sempat muncul keinginan menjadi seorang wartawan. Alhamdulillah beberapa tulisan saya sudah dimuat di koran. Sekarang saya mengajak teman-teman guru di Batang belajar menulis. Selain bisa untuk penilaian akreditasi guru, juga menambah pengalaman dalam bidang menulis. Saatnya guru di Batang menjadi guru yang luar biasa,” ujarnya bersemangat.  (han/aro)