33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Relaksasi LTV Untungkan Generasi Milenial

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kebijakan relaksasi LTV (Loan to Value) dinilai menguntungkan para generasi milenial maupun perorangan yang berbisnis jual beli rumah. Hal tersebut diharapkan dapat menggairahkan pasar properti.

Kepala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas & Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) berencana mengeluarkan kebijakan relaksasi LTV guna percepatan penjualan di sektor properti.

“Kebijakan tersebut memperbolehkan pengembang maupun perbankan memberikan uang muka nol persen. Bila benar ditetapkan, maka ini merupakan kabar baik,” ujarnya, kemarin.

Bagi pengembang, adanya kebijakan tersebut tentu akan mendongkrak penjualan yang beberapa tahun belakangan cukup lesu. Begitu juga bagi calon pembeli, khususnya para generasi milenial ataupun mereka yang berbisnis jual beli rumah.

“Anak-anak muda ini biasanya memiliki cukup penghasilan, tapi belum memiliki cukup tabungan untuk DP rumah. Ditambah lagi dengan adanya biaya asuransi dan lain-lain, ini semakin menambah uang pertama yang dikeluarkan untuk beli rumah cukup besar. Kalau DP diturunkan, bisa sampai nol persen, maka akan semakin memudahkan, terlebih karena usia muda biasanya asuransi semakin murah,” bebernya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Prijanto menambahkan, untuk persentase dalam mendongkrak penjualan, pihaknya masih belum dapat memperkirakan. Karena relaksasi LTV merupakan salah satu bagian untuk percepatan, sedangkan aspek-aspek lain seperti bunga dan lain-lain juga perlu diperhitungkan.

“Di kota-kota besar seperti Jakarta memang akan sangat terasa, karena di sana cukup banyak perusahaan maupun perorangan yang berbisnis jual beli rumah. Sedangkan di Jateng rata-rata end user yang beli untuk ditempati, karena itu akan lebih mengena bagi para kaum muda,” ujarnya. (dna/ida)

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This