Ratusan Nelayan Antusias Ikuti Lomba Cat Perahu

390
MENARIK : Salah satu Nelayan Gempolsewu menunjukkan hasil karyanya mengecat perahu agar lebih indah di TPI Tawang, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENARIK : Salah satu Nelayan Gempolsewu menunjukkan hasil karyanya mengecat perahu agar lebih indah di TPI Tawang, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ratusan nelayan Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, megikuti lomba mengecat perahu. Lomba bertajuk Ekspedisi Nusantara itu dilakukan untuk meningkatkan kekompakan dan keamanann nelayan saat melaut.

Lomba digelar oleh PT Seiv Indonesia itu diikuti oleh 127 kapal yang melibatkan lebih dari 500 nelayan di Bandengan. Para nelayan atnusias bisa mengikuti lomba mengecat perahu.

Salah satu peserta, Muhammad Irawan mengatakan, ia bersama ayah dan tiga nelayan lainnya menggarap satu kapal yang biasa digunakan untuk melaut bersama. “Cuaca sedang tak menentu, ombak tinggi jadi nelayan tradisional seperti kami tidak bisa melaut. Kebetulan bantuan cat, jadi bisa untuk memperbaiki kapal,” katanya.

Diakuinya, bantuan cat dari PT Seiv Indonesia sangat membantu para nelayan. Sebab untuk mengecat satu kapal miliknya berukuran 9 x 4 meter dibutuhkan 15 kaleng. “Jadi kami hanya tinggal beli enam kaleng saja,” tandasnya.

Brand Manager PT Seiv Indonesia Cabang Semarang, Hartono mengatakan, lomba ini merupakan bagian dari CSR PT Seiv Indonesia. Kegiatan ini dilakukan hampir di seluruh wilayah perairan nelayan di Indonesia. “Tujuannya membantu nelayan dan juga memperkenalkan produk cat kami kepada nelayan,” akunya.

Untuk Wilayah Jawa Tengah sendiri, ada enam titik lomba mengecat kapal. Yakni Kendal dua tempat (Bandengan dan Gempolsewu), Demak dua tempat, Semarang satu tempat dan Batang satu tempat.  “Untuk di Gempolsewu ini, lomba mengecat perahu sudah dilakukan sejak Mei dan sekarang ini penilaiannya,”katanya.

Dikatakan, dengan lomba ini, maka perahu selain tampak indah, juga menjadi awet. Pasalnya cat yang digunakan itu dapat mencegah organisme laut yang menempel pada perahu. “Cat ini menutup pori-pori kapal dan bisa mencegah tumbuhnya lumut maupun kerang yang biasa merusak perahu,” jelasnya. (bud/zal)