Presiden Setujui Penambahan Rest Area Tol Batang

356
FOTO BERSAMA: Bupati Batang Wihaji saat diundang Presiden RI Joko Widodo, bersama 18 pemimpin kepala daerah lain. Bupati Batang sebagai perwakilan Bupati Jawa Tengah. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO BERSAMA: Bupati Batang Wihaji saat diundang Presiden RI Joko Widodo, bersama 18 pemimpin kepala daerah lain. Bupati Batang sebagai perwakilan Bupati Jawa Tengah. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Upaya Bupati Batang Wihaji agar jalur tol Batang dibangun rest area mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Presiden Jowo Widodo menyetujui harapan bupati terkait pembangunan rest area tol di wilayahnya.

Kepastian tersebut diungkapkan bupati setelah melakukan kunjungan kerja ke Istana Negara Bogor, beberapa waktu lalu. Seperti diketahui Bupati Batang Wihaji diundang Presiden bersama 18 pemimpin kepala daerah. Kedatangan mereka untuk berbincang – bincang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus ingin mendengar langsung dari perwakilan daerah.

Dalam perbincangan tersebut Wihaji, kembali meminta usulan pendirian rest area di wilayah tol Batang. Dengan harapan, bisa menampung produk UMKM dan pengusaha lokal, agar tidak mati akibat adanya tol Trans Jawa.

Dalam paparannya, Wihaji tidak hanya saja meminta adanya rest area baru, namun munculkan konsep Transit Oriented Development (TOD). Dari fungsi utama sebagai rest area pengendara tol, juga ada wisata serta menampung pelaku UMKM lokal.

Menurut Wihaji, cara ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batang yang terdampak pembangunan jalan tol. Karena terbukti pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 kemarin  para penggerak ekonomi kreatif dan  kuliner mengalami penurunan sekitar 60 persen. Karena rata – rata pedagang yang berada di jalur pantura tidak laku, baik pedagang kecil maupun pedagang kelas menengah termasuk rumah makan.

Rencananya rest area ini akan di tempatkan di titik Kedawung, yang masuk wilayah PTPN IX Siluwok Batang. Sebelumnya bupati juga sudah berkoordiansi dengan pihak terkait dan semua pihak saling menyetuji usulan menarik ini.

Tak hanya konsep TOD, Wihaji pun meminta adanya penambahan exit tol dua yang pertama di Desa Pasekaran sebagai jalur wista menuju wisata Bandar dan Dieng, serta akses menuju Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo,  yang kedua di Desa Plelen, rest area di KM 398 yaitu di daerah pantai Celong. Mengingat view di sana cukup menarik. Selain itu juga untuk menyelamatkan kuliner di wilayah Gringsing. “Kita sudah berkoordinasi dengan PTPN yang siap memberikan tanah yang di butuhkan,” kata Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut Presiden sangat merespon positif atas usulan Bupati Wihaji dan langsung memerintahkan Sekretaris Negaranya untuk langsung berkordinasi dengan Kementerian PU, BPJT, BUJT agar usulan Pemkab Batang dapat direalisaikan secepatnya. (han/zal)