RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 belum mencapai target. Dari patokan 77, 5 persen pemilih di Jateng, yang menggunakan hak pilihnya baru mencapai 68,01 persen.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan, jumlah 68,01 persen ini belum dikurangi pemilih yang meninggal, pindah alamat dan pemilih yang berada di luar negeri dan tidak menyalurkan hak pilihnya. Totalnya, ada sekitar 1,9 juta pemilih.

”Kalau sudah dikurangi, maka total partisipasi mencapai 73,2 persen,” ujar Joko usai memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng tahun 2018, di Aula KPU Jateng, Minggu (8/7) kemarin.

Joko menengarai, salah satu faktor penyebab tidak tercapainya target partisipasi karena ada fenomena baru usai liburan Idul Fitri. Ia katakan, banyak warga Jateng seusai liburan ikut pergi keluarganya di tanah perantauan. Hal inilah yang dinilai berpengaruh luas terhadap target capaian partisipasi pemilih. ”Kami memang tidak memiliki datanya. Namun ini kita buktikan dengan banyaknya penyelenggara yang kami ganti mendadak karena ikut merantau,” jelasnya.

Termasuk, tingkat partisipasi pemilih difabel tidak terlalu tinggi. Sebab, dijelaskan olehnya, difabel yang tercatat di DPT tidak sama dengan yang pihaknya pikirkan. Meski demikian, jumlah ini sudah mengalami peningkatan kurang lebih 16 persen dibandingkan Pemilu 5 tahun sebelumnya yang hanya mampu mencapai angka 56,15 persen.

Dari rekapitulasi hasil perhitungan suara menunjukkan pasangan Ganjar Pranowo dan Gus Yasin unggul dengan jumlah suara 10.362.694 suara atau 58,78 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut dua Sudirman Said- Ida Fauziyah memperoleh 7.267.993 suara atau 41,22 persen.

Nantinya, Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng akan ditetapkan oleh KPU kurang lebih 3x 24 jam pasca rekapitulasi. Waktu 3 hari ini digunakan KPU untuk menunggu kabar dari Mahkamah Konstitusi (MK), jikalau ada gugatan yang masuk pasca rekapitulasi. ”Kira-kira Kamis, maksimal Jumat kami sudah bisa menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih kalau tidak ada gugatan di MK,” ujar Joko Purnomo, ketua KPU provinsi Jawa Tengah. ”Kalaupun ada sengketa, nantinya kami akan menunggu keputusan MK,” timpalnya.

Joko mengatakan, ada dua catatan penting yang disampaikan para saksi dalam pelaksanaan Pilgub 2018. Catatan tersebut terkait masih tingginya jumlah surat suara yang tidak sah. Totalnya mencapai 778.805 surat suara atau 4,23 persen dari total yang menggunakan hak pilih. ”Ke depan akan kami lihat dulu, kenapa tidak sah. Apakah karena salah menggunakan hak pilih atau disengaja,” ujarnya.

Dari Bawaslu, KPU juga memperoleh masukan terkait kesalahan prosedur yang dilakukan sejumlah kabupaten/kota. Meskipun sudah diselesaikan oleh masing-masing kabupaten/kota, hal ini menjadi catatan penting untuk dibenahi ke depannya dengan melakukan pembinaan.

Secara umum pelaksanaan Pilgub 2018 dinilai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Fajar Saka berjalan baik, karena peran serta masyarakat meningkat. Dirinya berharap, pada pemilu yang akan datang partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat lagi, sesuai target. Belum tercapainya target pada Pilgub tahun ini menjadi catatan penting bagi jajaran KPU untuk meningkatkan sosialisasi. ”Termasuk evaluasi kami mengenai keterlambatan alat kerja. Saya kira jangan terjadi lagi. Fasilitas untuk peserta pemilu maupun masyarakat menjadi hal yang wajib disediakan KPU,” ujarnya. (sga/ida)