Mahasiswa Harus Redam Gejolak

135
PELATIHAN : PMII Wonosobo mengadakan pelatihan kader di gedung BLK Wonosobo selama 4 hari. (Sigit Rahmanto/ Jawa Pos Radar Kedu)
PELATIHAN : PMII Wonosobo mengadakan pelatihan kader di gedung BLK Wonosobo selama 4 hari. (Sigit Rahmanto/ Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Mahasiswa sebagai pengemban misi intelektual, bertugas untuk memberikan pemahaman terhadap siapapun. Mahasiswa harus hadir, gotongroyong bersama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Sains Alquran (Unsiq) Dr Muchotob Hamzah, MM ketika menghadiri pelatihan kader lanjut (PKL) yang diadakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Wonosobo belum lama ini (5/7) di BLK Wonosobo.

Lanjut Muchotob, disintegritas bangsa mulai muncul dengan adanya sekelompok golongan yang merasa paling benar. Ini akan sangat berbahaya apabila pola pikir semacam ini terus berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjembatani dan ikut meredam gejolak semacam ini. Apalagi hari ini kita sedang menghadapi tahun politik. Setiap unsur yang mempunyai kepentingan politik akan melakukan berbagai cara guna memenangkan kompetisinya,”lanjutnya.

Ketua PC PMII, Fatkhulkorip mengungkapkan dirinya sering merasa resah akhir-akhir ini mengingat agama sering kali dijadikan sebagai alat propaganda yang sangat masif dalam politik.

“Semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus terus digaungkan. PMII berkewajiban menjadi garda terdepan dalam menjaga kebhinnekaan ini.”  (cr1/lis)

Silakan beri komentar.