HANGUS : Kebakaran rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur merenggut nyawa ibu dan anak sekaligus, Minggu (8/7), pukul 18.30. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HANGUS : Kebakaran rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur merenggut nyawa ibu dan anak sekaligus, Minggu (8/7), pukul 18.30. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kebakaran rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur merenggut nyawa ibu dan anak sekaligus, Minggu (8/7), pukul 18.30. Keduanya terperangkap dalam kobaran api hingga tidak bisa menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban tewas bernama Linda Maria, 47, dan anak perempuannya Karlina Rinata, 10. Linda meninggal ketika hendak menyelamatkan putrinya di lantai dua setelah menyelamatkan orangtuanya, Puji Astuti, 70.

Menurut keterangan saksi mata, Ahmad Ubaidillah, sebelum peristiwa terjadi mencium bau asap menyengat di sekitar rumah korban. Kemudian, laki-laki penjual nasi bungkus di sebelah kanan rumah korban tersebut mengecek di rumah korban lantaran penasaran.

“Saya pas jualan, kok ada bau asap menyengat. Saya toleh kanan kiri, kemudian jalan ke kakan ngecek ada orang buka rolling dor di rumah itu (korban),” ungkapnya di lokasi kejadian.

Dari situ, Ahmad melihat ada seorang perempuan tua tergeletak di ruang masuk bagian bawah. Kemudian, perempuan tersebut diangkat keluar untuk diamankan dan dijauhkan dari kobaran api.
“Saya juga melihat perempuan (Linda) berjalan naik ke atas, mungkin bermaksud menyelamatkan anaknya. Tapi kok saya tunggu, tidak turun-turun,” bebernya.

Menurut pandangannya, api yang membakar bangunan rumah tersebut bersumber dari ruang belakang. Sempat terdengar ada ledakan keras yang diduga tabung gas, lalu api membesar. “Apinya dari ruang belakang, mungkin dapur. Api terus membesar, sampai di ruang bagian atas,” katanya.

Terkait laki-laki yang membuka rolling dor tersebut, Ahmad mengakui tidak mengenalnya. Bahkan situasi tersebut dalam keadaan panik lantaran sedang menyelamatkan penghuni. “Tidak kenal, orangnya juga teriak-teriak menyampaikan sama warga. Saya tadi tidak sempat melihat kondisi yang kutolong, sepertinya tidak apa-apa,” ujarnya.

Bangunan yang terbakar tersebut, berlantai dua terdiri dua bangunan saling berkaitan. Salah satu bangunan, dipakai sebagai tempat usaha apotik. “Dulunya apotik, tapi sekarang hanya dipakai untuk jualan obat kecil-kecilan. Tadi tutup, karena hari Minggu,” imbuhnya.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat peristiwa terjadi, suami korban yang diketahui bernama Suwito, 48, sedang tidak berada di rumah. Bahkan, pemilik bangunan, Puji Astuti juga dikenal baik oleh masyarakat sekitar. “Itu yang neneknya (Puji Astuti). Kalau suaminya lagi di Surabaya,” katanya.

Sementara, di lokasi kejadian petugas pemadam kebakaran terlihat sibuk memadamkan api dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Belum diketahui. Tim Inafis masih olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata salah satu petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang di lokasi kejadian. (mha/ida)