Cetak Rekor Nasional

283
KONTES : Puluhan kelinci dari berbagai jenis mengikuti kontes di Gedung Kyai Sepanjang, Kota Magelang, Sabtu, (7/7), pekan lalu. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KONTES : Puluhan kelinci dari berbagai jenis mengikuti kontes di Gedung Kyai Sepanjang, Kota Magelang, Sabtu, (7/7), pekan lalu. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Festival Kelinci Magelang menjadi magnet tersendiri bagi peserta dari berbagai daerah. Festival ini merupakan acara perdana Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bersama Komunitas Guyub Rukun Peternak Kelinci (GRPK) Kota Magelang. Salah satu kategori yang dilombakan, Flemish Giant berhasil mencetak rekor nasional dengan peserta terbanyak.

“Peserta mencapai 30. Sebelumnya, di Jogjakarta jumlah peserta untuk Flemish Giant sekitar 18 saja,” kata Ketua Panita Pelaksana Festival Kelinci Magelang, Aryono Septa Nugroho, Sabtu, (7/7), pekan lalu.

Sedangkan total peserta dari tiga kategori yang dilombakan, Flemish Giant, New Zealand dan Rex berjumlah 84. Mereka berasal dari Magelang, Sukorejo, Semarang, Jogjakarta, Temanggung, dan Magelang. “Jumlah peserta ini masih sesuai ekspektasi kami. Karena tahapan kami (komunitas, Red) masih sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bahwa ternak kelinci itu nggak susah,” ujarnya.

Sekretaris Disperpa Kota Magelang, Al Idris menambahkan, festival tingkat nasional bertajuk Battle of Giant tersebut juga dimanfaatkannya untuk mengajak warga menjadi peternak. Di Kota Magelang sendiri, peternak kelinci masih sedikit. Padahal ternak kelinci dikatakannya sangat potensial.

“Kami perlu menyampaikan mengenai pemeliharaan kelinci, mulai dari jenis kelinci, kualitas bibit, kesehatan hewan, dan nilai ekonomi budi daya kelinci,” tuturnya.

Sosialisasi itu dianggapnya penting. Mengingat, masih banyak masyarakat dan bahkan peternak kelinci yang belum mengetahui jenis kelinci, apalagi kandungan daging kelinci.

“Padahal, daging kelinci memiliki kandungan tinggi protein, rendah kolesterol, rendah lemak jenuh dan rendah kadar sodium (garam).”

Sementara itu, juri nasional, Arie Wardhani menyebutkan, masing-masing jenis dicari Best of Breed, Best Opposite Sex Breed, dan Best 3rd Place. Secara umum penilaian terdiri dari bentuk badan, kualitas bulu, warna, kemudian besar-kecilnya bentuk tulang kelinci. Dari sekian kelinci yang diikutkan kontes, ia juga mengamati dari sisi kualitas.

Dirinya mengakui, selama ini masyarakat masih sangat minim pengetahuan tentang kelinci. Mitos yang dipercaya, kelinci mudah mati. Dalam kesempatan itu pula, ia membagikan tips memelihara kelinci yang baik. (put/lis)

Silakan beri komentar.