33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Ambil Kaos Kaki, Dua Mahasiswa UKSW Tewas

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, GETASAN – Dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tewas tenggelam di air terjun Pragakan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (7/7) petang. Kedua jenazah mahasiswa FTI UKSW itu ditemukan beberapa jam kemudian oleh  Tim SAR,bersama warga dan pihak kepolisian.

Kedua korban tewas yaitu Marcel Stevheni Sumarno, 19, warga Jalan Guntur II, RT 01 RW 08, Desa Kecapi, Kabupaten Cirebon dan Yulian Adiansyah, 19, warga Cirebon. Sedangkan korban selamat yang juga saksi dalam kejadian itu adalah Daniel Tanujaya, 19, warga Jalan dr Sutomo gang Jeruk, Pekiringan, Cirebon.

Keterangan yang dihimpun , bermula ketika  ketiga mahasiswa UKSW tersebut menuju grojogan Pragakan untuk refreshing, sekitar pukul 15.00. Saat berada di lokasi, sebenarnya mereka sudah diingatkan oleh warga sekitar agar tidak berada di grojogan karena memang sudah tidak dibuka untuk wisata.

Namun mereka tetap nekat, sehingga ada dua warga sekitar yang mendampinginya. Sampai di lokasi bertiga asyik bermain sembari berswafoto dengan latar bekalang air terjun. Mereka naik ke bongkahan batu besar untuk berfoto. Namun  karena batunya licin, Yulian melepas sepatu dan kaos kaki. Saat itu kaos kakinya tercebur dan kintir. Yulian pun masuk ke air untuk mengejar kaos kakinya. Diduga karena ada yang dalam, Yulian yang tidak bisa berenang itu tenggelam. Ia sempat minta tolong.

Mengetahui rekannya tenggelam, Marcel langsung  terjun untuk melakukan pertolongan. Namun nahas, keduanya malah sama-sama tenggelam. Daniel yang mengetahui kejadian itu langsung panik. Dengan dibantu dua warga  mereka berusaha melakukan pertolongan dengan menjulurkan batang kayu dengan harapan bisa dipegang oleh kedua korban. Namun usaha ini tidak berhasil. Tak lama kemudian kedua mahasiswa itu ditelan air.

Warga akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Getasan. Tak lama kemudian sejumlah petugas kepolisian, Tim SAR dibantu warga melakukan pencarian di lokasi. Beberapa jam kemudian ( Sabtu malam) kedua jenazah korban akhirnya ditemukan di lokasi kejadian. Petugas kemudian membawa ke kamar jenazah RSUD Salatiga guna visum.

Kapolsek Getasan AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, berdasarkan hasil visum dan keterangan saksi, kedua korban murni tewas tenggelam. “ Karena kecelakaan ( bukan unsur kriminal), setelah dilakukan visum, kedua jenasah langsung kita serahkan ke pihak universitas,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak UKSW membenarkan kejadian yang menimpa mahasiswanya tersebut.
Dua korban meninggal dunia adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI).

Pembantu Rektor III Dr. Andeka Rocky Tanaamah, M.Cs menyatakan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya mahasiswa FTI.  “Pihak UKSW akan membantu semua kebutuhan  pengurusan jenazah sampai di rumah duka dan pemakaman,” katanya.(sas/zal)

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Tindak Tegas Truk Kelebihan Muatan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kendaraan bak terbuka, utamanya truk yang memuat barang melebihi kapasitas atau tonase menjadi sasaran tilang Polisi. Hal ini bisa dikategorikan melanggar...

TUNTASKAN CAH!

SEMARANG – PSIS Semarang akan melakoni laga penting dalam lanjutan Liga 2 musim 2017 di Stadion Jatidiri Semarang Sore (21/8) nanti. Benar saja, tim...

Gali Potensi Pelosok Kabupaten

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Event bulutangkis kembali berlangsung di Kabupaten Semarang. Kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab Arista Cup II Th 2017 se-Kab Semarang, akan digeber 27...

Perangi Rentenir Melalui Kredit Mikro Tanpa Agunan

UNGARAN–Peminjaman rentenir dengan bunga tinggi saat ini membelit kebanyakan pedagang di pasar tradisional. Hal tersebut menjadi dasar dari BPR BKK Ungaran untuk mengeluarkan program...

Keanggotaan Parpol Akan Diverifikasi KPU

MAGELANG—Partai politik (parpol) tidak bisa lagi asal comot mengisi nama-nama keanggotaan partainya. Sebab, sesuai aturan terbaru, KPU selaku penyelenggara Pemilu, akan melakukan langkah verifikasi....

Jadi Pelopor, Bukan Follower

MANGING Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto, merupakan salah satu pengusaha di Kota Semarang, yang selalu berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Perjalanan dimulai 15...