Wanprestasi Bank Syariah Diteliti

99

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kegiatan Penelitian (PKM-P) mahasiswa UM Magelang berjudul Penyelesaian Sengketa Perkara Nasabah Wanprestasi Ekonomi Syariah di Pengadilan Agama Mungkid berhasil medapatkan dana dari Kemenristek Dikti pada program PKM 2018. PKM tersebut diusulkan oleh tiga mahasiswa Prodi S1 Hukum Ekonomi Syariah yang berpredikat akreditasi “A”. Ketiganya yakni Fatchurohman, Wilda Nugraismia, dan Tri Wahyuni.

Ketua Tim, Fathurochman menjelaskan, perbankan syariah memiliki peran besar dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Hal itu terlihat dari data jumlah perbankan syariah di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat. “Berdasarkan statistik, perbankan syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, pada bulan September 2017 terdapat 13 bank umum syariah dan 21 unit usaha syariah. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari paradigma masyarakat yang mulai beralih menggunakan perbankan syariah dalam setiap jasa keuangan, baik dalam simpanan maupun pembiayaan,” jelas Fathur.

Salah yang sering digunakan dalam bertransaksi keuangan syariah adalah akad murabahah, yaitu akad perjanjian jual beli antara bank dan nasabah. Bank syariah membelikan barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank syariah dengan nasabah. Dalam kenyataannya, seringkali salah satu pihak tidak memenuhi prestasi sebagaimana yang telah disepakati atau terjadi wanprestasi.

Pengadilan Agama Mungkid merupakan lembaga yang berwenang menyelesaikan perkara-perkara dalam keuangan syariah khususnya yang berkaitan dengan wanprestasi dalam pelaksanaan akad. Selama rentang waktu dua tahun, yakni pada 2015 hingga 2017, setidaknya sudah ada 17 perkara sengketa ekonomi syariah yang didaftarkan. Semua kasus tersebut, kata Fahtur, dapat diselesaikan dengan cara mediasi maupun putusan pengadilan.

“Hal tersebut menarik untuk diteliti karena kemampuan Pengadilan Agama Mungkid untuk menyelesaikan permasalahan wanprestasi, walaupun hanya ada dua hakim untuk dapat menyelesaikan sengketa tersebut,” ungkap Fathur.

Penelitian tersebut dilakukan dengan tujuan dapat mendeskripsikan teknik penyelesaian sengketa wanprestasi keuangan syariah pada Pengadilan Agama Mungkid yang kemudian dianalisa melalui teori serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penyelesaian sengketa wanprestasi. (vie/sct/ton)

Silakan beri komentar.