Temukan Amplop Surat Suara Tak Bersegel

263

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Rekapitulasi perhitungan suara Pilihan Gubernur ditingkatan Kabupaten di Kendal berlangsung ricuh. Pasalnya, ada dua kecamatan yang tidak menyegel amplop surat suara dan dokumen lainnya.

Dua kecamatan yang lupa menyegel amplop tersebut yakni, Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Kecamatan Ngampel.  Petugas KPU  di dua kecamatan mengaku lupa prosedur untuk menyegel amplop sebelum dikirim ke kecamatan.

Akibat temuan tersebut, Ketua Panswaskab Kendal Ubaidilah langsung menghentikan rekapitulasi. Penghentian lantaran menurutnya hal itu sudah melanggar mekanisme rekapitulasi penghitungan suarat suara.

Ubiadillah mengatakan, jika pihaknya juga menemukan beberapa catatan khusus dalam rekapitulasi surat suara. Seperti  pengiriman surat suara yang tidak sesuai. Yakni masih ada surat suara yang rusak tapi masuk dalam kotak suara.

Temuan lainnya, yakni  tak sedikit pemilih yang tidak  menggunakan surat undangan atau formulir C6 atau KTP Elektronik  saat mencoblos. “Tidak memakai C6 dan KTP Elektronik tapi diperbolehkan oleh KPPS untuk melakukan pencoblosan,” akunya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua  Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK) Kaliwungu Selatan,  Abdul Basid mengakui jika memang ada kesalahan. Kesalahan murni dari  karena   lupa. “Tapi tidak ada niatan untuk  menggelembungkan suara atau merubah jumlah surat suara yang ada. Jadi itu murni saya khilaf, lupa tidak menyegel,” akunya.

Tapi pihaknya meyakinkan, jika pada saat dokumen surat suara kedalam amplop sudah di saksikan oleh  Panwas Kecamatan(Panwascam), para saksi-saksi, petugas PPK lainnya maupun Petugas Pemungutan Suara (PPS).

Sementara Ketua Panwaskab Kendal Ubaidilah mengatakan  untuk   pelanggaran lain merupakan  catatan khusus  bagi panwas kabupaten akan dilaporkan ke Bawaslu Jateng. Sedangkan untuk dua kecamatan yang tidak melakukan  penyegelan  sampul dokumen dalam surat suara merupakan pelanggaran administrasi.

“Kami langsung meminta proses penghitungan surat suara untuk dihentikan dan ditunda beberapa saat. Sebab, ditemukan dua kantong amplop surat suara dan dokumen lainnya tidak tersegel, Ini merupakan pelanggaran yang tidak bisa ditolelir,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kendal Wahidin Said mengakui rapat pleno proses rekapitulasi surat suara tingkat Kabupaten sempat tertunda. Namun akhirnya bisa berjalan lancar dan selesai  pukul 16.00 WIB. Paslon nomor urut 1 yakni Ganjar-Taj Yasin memperoleh sebanyak 298.480 suara, sedangkan untuk paslon nomor urut 2 Sudirman-Ida mendapat 191.250 suara.

“Dari suara yang masuk, partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya dalam Pilgub tahun ini meningkat 10 persen, dibandingkan pilgub sebelumnya. Selanjutnya penghitungan ditingkat propinsi akan dilakukan  pada 9 Juli 2018, baru kemudian masuk ke tahap penetapan pemenang atau gubernur terpilih,” jelas Said. (bud/bas)