Semua Alat Ukur Wajib Ditera Ulang

264
HARUS PAS : Petugas bidang Metrologi Disdagkop UKM Kabupaten Magelang saat melakukan tera ulang timbangan di Pasar Talun Kecamatan Dukun Mgelang, Jumat (6/7). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
HARUS PAS : Petugas bidang Metrologi Disdagkop UKM Kabupaten Magelang saat melakukan tera ulang timbangan di Pasar Talun Kecamatan Dukun Mgelang, Jumat (6/7). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Mulai awal Juli 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Bidang Metrologi Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) telah membuka pelayanan mandiri tera ulang terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Sebelum buka layanan mandiri, Disdagkop UKM Kabupaten Magelang bekerja sama dengan UPT Metrologi Yogyakarta.

“Sekarang SDM kami sudah ada, peralatan juga kita sudah komplit, kelembagaan sudah terbentuk. SK PPTU (Pelayanan Tera dan Tera Ulang)-nya (terbit) bulan Mei. Kita mulai beroperasi 1 Juli 2018 dan ini satu-satunya di Kedu yang sudah mulai operasional,” ucap Sekretaris Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Achmad Ruswanto, Jumat (6/7).

Ruswanto menjelaskan, aturan ini diberlakukan supaya ada jaminan dalam kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). “Yang jelas, langkah ini ditempuh untuk melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan,” ungkapnya.

Ruswanto membeber, SK Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga nomor 39/PKTN/ KKPTTU/ 05/ 2018 menerangkan, Bidang Metrologi pada Disdagkop UKM Kabupaten Magelang sudah mampu melakukan pelayanan tera dan tera ulang di wilayahnya. Layanan tera ulang yang baru berjalan ini terus disosialisasikan hingga ke desa-desa agar masyarakat sadar akan pentingnya tertib ukur yang memberikan perlindungan pada masyarakat itu sendiri selaku konsumen. “Misalnya kalau beli gula pasir satu kilogram itu benar-benar satu kilogram, jadi tidak dirugikan, jadi ukurannya betul-betul tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Metrologi Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari menyebutkan, semua jenis usaha wajib ditera ulang secara berkala, termasuk timbangan jasa usaha ekspedisi, laundry, hingga meteran air ataupun listrik. “Timbangan meja untuk yang di pasar, kemudian pompa ukur di pom bensin, nosel-nosel itu harus kita tera setahun sekali, kemudian kalau ada loncatan untuk pengukuran (BBM) mereka juga harus meminta ke kita, jadi setahun bisa beberapa kali. Kalau timbangan meja cukup setahun sekali,” kata Wulandari. (san/ton)