Pasar Properti Stagnan

1882
CARI HUNIAN : Sejumlah pengembang perumahan komersial mengikuti pameran properti di Mal Ciputra. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
CARI HUNIAN : Sejumlah pengembang perumahan komersial mengikuti pameran properti di Mal Ciputra. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Memasuki semester kedua 2018, pasar properti masih belum bergairah. Lesunya pasar salah satunya dinilai karena daya beli yang menurun.

Kepala Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas & Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, banyak pengembang yang akhir-akhir ini sedikit pesimistis dengan kondisi penjualan properti.

“Semester pertama penjualan stagnan, memang tidak turun, tapi juga tidak tumbuh. Padahal, ekonomi Jawa Tengah mengalami pertumbuhan. Artinya kurang baik, karena kalau ekonomi tumbuh ya sektor ini ikut tumbuh,” ujarnya di sela pembukaan Pameran Properti di Mal Ciputra, Jumat (6/7).

Turunnya daya beli masyarakat diperkirakan sebagai salah satu penyebab lesunya pasar properti. Selain itu, isu-isu politik juga disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat melakukan tindakan wait and see alias menunggu.

“Tapi untuk Jawa Tengah kalau diamati sebagian besar konsumen merupakan end user yang benar-benar membutuhkan hunian. Karena itu, harusnya politik tidak terlalu berpengaruh, karena beli rumah tidak bisa tunda. Semakin ditunda, harga akan semakin naik,” ujarnya.

Beberapa rangsangan baik dari pengembang maupun pemerintah juga terus dilakukan untuk mendongkrak sektor ini. Mulai promo menarik dari pengembang hingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Kami saat ini juga tengah menunggu kabar baik terkait relaksasi LTV. Bila jadi, adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat mendongkrak penjualan,” ujarnya. (dna/ton)