Pantau Perkembangan Atlet Muda

447
ATLETIK : Atlet lompat tinggi M Dion asal Grobogan berhasil menempati tepat ketiga Kejurnas Jateng Open kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ATLETIK : Atlet lompat tinggi M Dion asal Grobogan berhasil menempati tepat ketiga Kejurnas Jateng Open kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Hari pertama pelaksanaan Kejurnas Jateng Open 2018 di Lintasan Atletik Trilomba Juang Semarang, Jumat (6/7) kemarin berlangsung ketat. Pada nomor lompat jauh putri, Ni Luh Mitayuni (PASI Denpasar) menempati urutan pertama dengan hasil lompatan 5,64 meter.

Runner up diraih oleh Irfa (Rajawali Kudus) dengan lompatan sejauh 5,59 meter disusul Nica Beta Ayu (PASI Sleman) dengan 5,43 meter. Kemudian pada lempar lembing, atlet Banyumas Kamila Nur Atina menjadi yang terbaik dengan lemparan 42,1 meter.

Posisi kedua diraih oleh Siti Nazilah (DKI Jakarta) mencatatkan lemparan 39,33 meter dan Nisa Elfata (Jabar) pada tempat ketiga dengan lemparan 39,06 meter. Selanjutnya pada nomor tolak peluru, Krisna Wahyu (Blora) keluar sebagai juara usai mencatatkan jarak 13,8 meter. Peringkat kedua menjadi milik Irfan Toni (Grobogan) dengan hasil 13,44 meter.

Kemudian pelari tim Kodam IV Diponergoro Anhar menjadi yang tercepat pada lomba lari 1.500 meter putra Anhar mencatatkan waktu 4 menit 15,150 detik. Posisi kedua ditempati Idam Halim (Kodam XII Tanjungpura/ 4 menit 17,40 detik) disusul Elisar Canashi (Riau/4 menit 20,28 detik).

Selain Kejurnas, sehari sebelumnya juga digelar Kejuaraan Atletik Antarkaresidenan se-Jateng putaran Grand Final U-18 yang berlangsung, Kamis (5/7). Ketua Harian Pengprov PASI Jateng Rumini mengungkapkan, Grand Final adalah ajang persaingan pada jawara di masing-masing eks karesidenan. Dengan demikian, mereka yang berlaga di even tersebut, adalah atlet terbaik.

”Kami memang menyiapkan program regenerasi atlet dengan model pembinaan dan kejuaraan. Di Kejurnas kami juga sangat mengapresiasi dengan jumlah peserta yang cukup banyak ini. Mereka adalah atlet terbaik dari masing-masing provinsi. Bahkan atlet nasional pun akan ikut berlomba pada kejuaraan ini. Ini sangat bagus untuk melihat sejauh mana perkembangan dan kemampuan atlet-atlet Jateng bersaing,” tutur Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Rumini di sela-sela lomba.

Sedangkan Ketua Umum KONI Jateng Subroto mengapresiasi langkah PASI Jateng yang menggulirkan grand final ini. Dia optimistis dengan cara tersebut, pembinaan berlanjut dan melahir atlet-atlet terbaik.

”Ini sebuah langkah yang strategis. Begitu mereka lolos di grand final, mereka akan mengukur diri pada kejurnas Jateng Open. Dengan demikian, kita bisa tahu sejauh mana daya saing atlet-atlet kita di kancah nasional,” ujar Subroto. (bas/zal)