Komplotan Perampok Emas Dibekuk  

399
DIRINGKUS: Ketiga pelaku perampokan saat digelandang petugas ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Ketiga pelaku perampokan saat digelandang petugas ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Petugas Polres Semarang kembali berhasil membekuk tiga orang komplotan pelaku perampokan disertai tindak kekerasan. Ketiga orang tersebut yaitu Muji Adi Arumiyono, 47, warga Kranggan dan Kukuh Sugiyanto, 37, warga Kedu, serta M Amzani, 39.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho, Jumat (6/7) mengatakan ketiga pelaku tersebut merupakan bagian dari kompolotan rampok yang sering beraksi di Kabupaten Semarang. Beberapa orang dari kelompok tersebut saat ini masih menjadi buronan pihak kepolisian.

Dalam hal ini, lanjutnya, Polres Semarang sudah mengantongi data-data dari anggota komplotan yang masih buron.“ Ketiganya merupakan warga Kabupaten Temanggung. Dari tiga pelaku tersebut, dua di antaranya merupakan kakak-beradik,” katanya.

Adapun pelaku yang masih buron berjumlah tiga orang yang berinisial SD, 41, LN, 35 dan SL, 39, mereka merupakan warga Kedu Kabupaten Temanggung.  Muji, Kukuh, dan Amzani berhasil dibekuk oleh petugas Polres Semarang usai melakukan perampokan terhadap Supriyadi, 42, warga Secang, Magelang.

Dimana sebelum melancarkan aksinya, keenam pelaku tersebut berpura-pura akan membeli emas milik korban. Adapun lokasi yang disepakati antara pelaku dan korban untuk melakukan transaksi yaitu di sebuah hotel di kawasan Wisata Bandungan.

“Korban datang dua orang, kemudian disambut enam orang pelaku di dalam satu hotel di Bandungan. Setelah datang diajak menuju kamar, ternyata di kamar dianiaya, kemudian diambil barang-barangnya milik korban,” katanya.

Setelah korban berhasil dianiaya, barang-barang miliknya yang digasak oleh pelaku yaitu satu kalung emas. “Ini (kalung emas) masih dibawa pelaku DPO (Daftar Pencarian Orang), kemudian satu sepeda motor dan sejumlah uang juga masih dibawa,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, total kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah. “Kerugian korban sekitar Rp 40 juta, yang dapat kita amankan dari ketiga tersangka ini sekitar Rp 4 juta,” katanya.

Dikatakan Kapores, dalam hal ini masyarakat harus lebih berhati-hati apabila akan melakukan transaksi jual beli. Sehingga tidak tertipu modus-modus pelaku kejahatan. “Hasil penyidikan dan pengakuan tersangka, komplotan ini baru sekali melakukan. Untuk otak pelakunya yang masih DPO,” katanya.

Di depan petugas, Muji mengaku, jika awalnya dimintai tolong oleh SL yang saat ini masih DPO untuk menghubungi korban karena ingin menjual cincin. Serta dalam komuniaksi tersebut disepakati jika lokasi transaksi dilakukan di kawasan Bandungan.

“Saya kemudian diminta meminjam mobil, terus menghubungi adik. Kemudian kami berangkat dan disampaikan kalau emas laku mau digratis nyanyi,” ujar Muji. (ewb/bas)