33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Disdikbud Larang SD dan SMP Bangun Kelas Baru

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Rencana pembangunan lokal kelas di SD dan SMP tahun ini sepertinya akan terdunda. Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal memberlakukan larangan untuk sekolah menambah jumlah lokal kelas.

Kabid Pendidikan Menengah Pertama Disdikbud Kendal, Joko Supratikno mengatakan larangan tersebut agar tidak terjadi penumpukan siswa dalam sebuah sekolah. Sehingga mengakibatkan sekolah-sekolah lain terutama sekolah swasta tidak mendapatkan murid.

“Tidak hanya sekolah swasta, sekolah negeri banyak juga yang kekurangan murid. Jadi kami larang sekolah untuk menambah lokal kelas. Meskipun alasannya siswa yang mendaftar banyak atau lainnya. Tujuannya, agar semua sekolah mendapatkan siswa,” tuturnya.

Hal senada dikatanan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Sutadi. Ia menambahkan hal ini juga untuk menepis anggapan masyarakat adanya sekolah favorit dan tidak. Sehingga sekolah faovorit banyak diminati masyarakat karena dianggap memiliki kualitas yang lebih baik.

“Jadi selama ini yang terjadi, sekolah favorit banyak peminatnya. Walaupun sekolah tersebut mahal sekalipun pendaftarnya banyak. Hal inilah yang mengakibatkan sekolah lain tidak siswa yang mendaftar,” tandasnya.

Sutadi menjelaskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018  ini untuk SD dan SMP di Kendal akan dimulai 1-6 Juli 2018. Dari Disdikbud untuk penerimaan siswa nanitnya akan diatur berdasarkan zona seperti halnya SMA/SMK.

Untuk SMP, pembagian zona berdasarkan wilayah eks kawedanan, sedangkan untuk SD negeri pembagian zona berdasarkan wilayah kecamatan. “Tujuan pembagian zona ini adalah agar pendaftar tidak terfokus pada sekolah yang dinilai favorit, karena yang diutamakan adalah pendaftar yang berada dalam satu zona,” katanya.

Dijelaskan, tiap SD dan SMP negeri boleh menerima minimal 55 persen murid dalam satu zona dan maksimal 90 persen. Kemudian lima persen murid berdasarkan prestasi dan  lima persen lainnya murid luar zona.

“PPDB SD dan SMP negeri tidak ada penerimaan murid berdasarkan siswa miskin atau kurang mampu. Sebab untuk SD dan SMP semua biaya pendidikan dibiayai oleh negara. Jadi tidak ada uang sekolah alias gratis,” jelasnya. (bud/bas)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pelaku Utama Masih Diburu

TEMANGGUNG– Polres Temanggung, Selasa (22/8) kemarin, menggelar reka ulang kasus penganiayaan dengan tersangka oknum suporter PSS Sleman terhadap buruh petik cabai atas nama Nur...

Ajak Umat Beragama Pererat Persaudaraan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Umat Tri Dharma di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang telah bersiap merayakan tahun baru Imlek 2569/2018. Berbagai ornamen khas Imlek telah dipasang...

17 Mitra Binaan Terima Bantuan Modal

PEKALONGAN-PT Telkom Community Development (CDC) Witel Pekalongan kembali menyalurkan bantuan kemitraan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kali ini, 17 Mitra Binaan (MB) yang...

Peminjam Terbesar Perusahaan Logistik dan IT

Layanan Pinjam Meminjam Uang Langsung Berbasis Teknologi Informasi atau Peer to Peer Lending (P2P) Financial Technology (Fintech) saat ini sedang booming. Ini merupakan bagian...

Hari Ini, 16 Parpol Baru Setor Bakal Caleg

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dipastikan hari ini, Selasa (17/7), 16 partai politik (Parpol) akan menyetorkan bakal calegnya ke KPU Jateng. Sebab, berdasarkan pantauan koran ini, hingga pukul...

Kurikulum 2013 Perlu Guru Berkualitas

RADARSEMARANG.COM - TAHUN pelajaran 2013/2014 dunia pendidikan  mengalami suatu perubahan,  yaitu  penerapan  kurikulum 2013 (K-13). Keadaan seringnya berubah- ubahnya kurikulum memang menjadi permasalahan serius...