Di SMKN 7, Nilai 18 Geser Nilai 35

Wali Murid Keluhkan Kebijakan SKTM

1665
CABUT BERKAS BESAR-BESARAN : Petugas SMAN 2 Semarang harus melayani 433 siswa melakukan pencabutan berkas bersamaan, Jumat (6/7) kemarin. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CABUT BERKAS BESAR-BESARAN : Petugas SMAN 2 Semarang harus melayani 433 siswa melakukan pencabutan berkas bersamaan, Jumat (6/7) kemarin. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SKTM yang dipakai guna mendaftar PPDB di Kota Semarang masih menuai protes di kalangan wali murid. SKTM dinilai merampas jatah siswa pintar dalam memasuki SMK favorit. Di SMK N 7 Semarang, beberapa wali murid protes karena posisi anaknya tergeser oleh siswa yang menggunakan SKTM.

“Masalah perjuangan sih, anak saya sudah belajar 3 tahun untuk mendapatkan nilai bagus. Tapi ternyata kalah dengan yang nilainya rendah dan menggunakan SKTM,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Siswa dengan nilai akhir 18,00 dari 4 mata pelajaran berada di posisi atas SMKN 7 Semarang. Sementara siswa dengan nilai akhir 35,00 dari 4 mata pelajaran harus terpental karena tidak memiliki SKTM.

Menurut Riyanto Puji, Sekretaris PPDB SMK N 7 Semarang, pengguna SKTM mayoritas mendaftar di jurusan favorit. Adapun jurusan diminati calon peserta didik baru adalah Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan, Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi, dan Konstruksi Jalan Irigasi dan Jembatan.

“Melihat fenomena ini, saya beranggapan, pengguna SKTM kebanyakan memilih di sekolah favorit. Kedua memilih jurusan yang memiliki prospek tinggi,” papar Ryanto.

Ia mengatakan hampir 50 persen lebih siswa pendaftar di ketiga jurusan tersebut adalah pengguna SKTM. Meskipun tahun sebelumnya di SMK N 7 Semarang telah menggunakan sistem PPDB Online, namun kata Ryanto, tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Karena tidak adanya batasan nilai bagi pengguna SKTM.

Ia menegaskan tahun sebelumnya pengguna SKTM dibatasi dengan nilai minimal 24.00 dari 4 mata pelajaran. Sedangkan tahun ini tidak ada batasan minimal nilai pengguna SKTM, sehingga muncul sejumlah pendaftar pengguna SKTM lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Akibatnya, ada aduan bahwa ada orang tua calon siswa yang menggunakan SKTM palsu, padahal orang tuanya adalah PNS. “Ini sebenarnya yang harus menjadi masukan dari pengambil kebijakan baik dari dinas maupun provinsi. Karena banyak sekali pengguna SKTM palsu yang mendaftar di sini,” lanjut Riyanto.

Sedangkan di SMKN 5 Semarang resmi ditutup pukul 10.00, Jumat (6/7) kemarin, jumlah pendaftar yang telah diverikfikasi sebanyak 542 siswa. Dari jumlah tersebut, terdapat 172 calon siswa mendaftar menggunakan SKTM.

“Anak saya nilai ujiannya 26, tergeser oleh nilai yang hanya 20. Kalau nilainya sama atau di bawahnya sedikit, anak kami tergeser tidak masalah. Tetapi kalau tergeser dengan nilai terpaut jauh kami sedikit tidak rela. Nilai anak diperoleh dari hasil belajar selama tiga tahun. Selama itu, dia harus belajar keras, mengikuti semua kegiatan. Tapi tergusur oleh anak yang mempunyai SKTM,” ujar orang tua siswa yang menolak disebutkan namanya.

Wakil Ketua PPDB SMKN 5 Semarang Wisnu Rumekso mengatakan bahwa pihak sekolah menginginkan sistem SKTM berkeadilan. “Kami ingin sistem SKTM ini fair, adil untuk semua siswa. Artinya, siswa yang benar-benar berprestasi jangan sampai tegeser hanya karena siswa miskin. Harus ada batasan. Batasan kota misalnya, batasan nilai minimal. Sehngga menjadi adil. Anak yang berprestasi dan menginginkan sekolah tertentu akan mendapatkan haknya. Dan anak yang miskin tapi nilainya cukup, mendapatkan haknya,” jelasnya.

Wisnu nenjelaskan bahwa setelah ini pihak sekolah akan verifikasi ke lokasi pengguna SKTM (home visit). “Kami akan validasi, apabila tidak sesuai dengan kriteria SKTM serta data base, akan banyak yang tidak lolos, ikhlas atau tidak ikhlas. Jika kriteria tidak memenuhi akan kami coret. Sanksinya orang tua yang memalsukan data SKTM akan dikenakan sanksi. Anaknya tidak lagi bisa mendaftar di sekolah negeri manapun. Bahkan, yang mengeluarkan SKTM juga akan kena sanksi,” paparnya.

Di SMKN 5 terdapat 6 jurusan yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Pemesinan (TP), Teknik Kendaran Ringan (TKR), Teknik Transmisi Telekomunikasi, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Kuota masing-masing jurusan adalah DPIB sebanyak 108, TITL sebanyak 72, TP sebanyak 72, TKR sebanyak 72, TTT sebanyak 36, TKJ sebanyak 108. Total 468. (mg7/mg8/mg10/mg11/ida)