33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Banyak SD Kekurangan Siswa

Disdik Lakukan Pendekatan Pada Orangtua

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Semarang yang dimulai Minggu (1/7) lalu, telah memasuki tahap pendaftaran ulang. Namun, sejumlah sekolah ternyata masih banyak yang mengalami kekurangan siswa.

Berdasarkan data yang dihimpun dari website ppd.semarangkota.go.id, Kota Semarang sedikitnya ada 327 sekolah. Dari jumlah itu, diketahui jumlah pendaftar mencapai 30.276 anak. Secara rinci, sekitar 23.545 pendaftar pada Zona I, 5.845 pendaftar Zona II, dan 886 pendaftar dari Luar Zona. Sementara daya tampung dari 327 sekolah itu yakni sekitar 14.244 peserta didik yang kemudian dibagi ke 516 kelas yang tersedia.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang melalui website ppd.semarangkota.go.id, Jumat (6/7) malam, ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan siswa bahkan tidak mencapai separuh dari daya tampung siswa. Seperti di SD Bugangan 01 yang berdaya tamping 28 siswa, baru menerima 9 siswa.

Nasib serupa dialami beberapa SD lainnya seperti SD Karangkidul yang baru menerima 8 siswa, padahal daya tampung sekolah mencapai 56. Kemudian SD Karanganyar 02 yang berdaya tampung 54 siswa dan baru menerim 23 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin ketika dikonfirmasi hal ini mengaku masih melakukan evaluasi. Sebab, proses pendaftaran ulang masih akan berlangsung hingga Sabtu (7/7) hari ini. Namun, Bunyamin memastikan Disdik Kota Semarang akan segera melakukan pembenahan.

“Nanti akan kami lakukan evaluasi setelah selesai semua. Karena ini, belum selesai daftar ulangnya. Belum ada jumlah pastinya,” ungkap Bunyamin ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Tak sampai disitu, Bunyamin menegaskan masih menunggu seluruh proses pendaftaran berakhir dan seluruh hasil rekap terkumpul, baru akan memetakan sekolah mana saja yang mengalami kekurangan siswa. Kemudian melakukan pendekatan terhadap orang tua.

“Kami akan melakukan pendekatan, mana kala ada orangtua yang anaknya belum mendapat sekolah dan mau mengisi di tempat yang kekurangan siswa. Karena nggak mungkin kalau yang kosong di Tugu, terus orang Pedurungan mengisi. Logikanya tetap daerah sekitar yang mengisi,” jelasnya.

Kendati demikian, Bunyamin masih menunggu hasil laporan yang diberikan oleh masing-masing sekolah kepada Disdik Kota Semarang. “Memang ada beberapa sekolah yang kekurangan, saya yang tahu di daerah Gunungpati itu ada. Tetapi pastinya saya belum cek satu persatu,” imbuhnya.

Bunyamin menjamin, pemerintah akan hadir langsung. Pada prinsipnya, sekolah pemerintah hadir untuk melayani rakyat. “Kalau rakyatnya belum dapat sekolah tentu dibantu,” katanya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan Ngasbun Egar mengatakan, terjadinya sekolah sepi pendaftar ini bisa disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah lokasi, seperti sekolah yang tidak strategis atau jauh dari jangkauan calon peserta didik. “Hal itu bisa menyebabkan masyarakat atau orangtua jadi enggan menyekolahkan anak-anaknya ke satuan pendidikan tersebut,” tuturnya.

Faktor kedua adalah mutu sekolah. Menurutnya, sekolah dengan mutu pembelajaran baik, kegiatan ekstrakurikuler yang baik, mutu lulusan baik, ketertiban baik, hingga sekolah yang memiliki ciri khas yang baik, akan banyak menarik minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke sana.

“Masyarakat akan berbondong-bondong, bahkan ngotot agar anaknya bisa diterima di sekolah itu. Meskipun sekolah tersebut jauh dari jangkauan tempat tinggalnya,” imbuhnya.

Faktor ketiga adalah kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Satuan pendidikan yang telah dipercaya oleh masyarakat, betapapun dari kegiatan akademik bisa jadi biasa-biasa. Sekolah tersebut tetap akan menyedot perhatian masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke situ.

“Biasanya sekolah semacam ini memiliki kekhasan atau keunikan dibanding sekolah-sekolah lain. Misalnya keunikan dalm kegiatan ektra kurikuler tertentu, atau umumnya anak di sekolah tersebut memiliki karakter yang sangat bagus,” bebernya.

Faktor lain, kata Ngasbun, bisa jadi adanya kemudahan yang diperoleh anak. Kemudahan mulai dari ketersediaan buku-buku hingga penggunaan sarpras seperti ketersediaan internet misalnya, dan faktor kemudahan lain.

Menanggapi kasus kurangnya siswa, Ngasbun menyebut ada sejumlah hal yang dapat dilakukan. Misalnya memindahkan anak dari sekolah lain yang relatif dekat tempat tinggalnya. Bisa juga dengan melakukan merjer atau penggabungan dengan sekolah lain yang berdekatan jika memnuhi syarat.

“Jika sekolah sepi pendaftar karena mutu yang rendah atau kekurangpercayaan masyarakat, maka dinas bisa melakukan pembenahan terhadap mutu sekolah tersebut. Misalnya dengan melengkapi sarprasnya, mengirimkan kepala sekolah dengan kompetensi bagus, dan strategi lainnya,” tandasnya. (tsa/ida)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

SMAN 3 Magelang Lolos OSP

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Tim Olimpiade SMAN 3 Magelang berhasil lolos ke Olimpiade Sains Provinsi (OSP) Jawa Tengah April mendatang. Delapan mapel yang dilombakan, tim Olimpiade SMAN...

Atlet Nasional Pacu Motivasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sejumlah atlet nasional ikut meramaikan Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan Beregu Putra Wali Kota Magelang Cup Tahun 2018. Nama-nama tenar di kejuaran...

Danial Targetkan 2020 RS NU Berdiri

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, hari ini (3/2) dilantik. Rencananya pelantikan akan dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU),...

Tim Unggulan Duduki Empat Besar

MAGELANG-Tim – tim bulutangkis sekolah yang diunggulan akhirnya membuktikan diri menembus semi final putra dan putri Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD /...

Ganjar Ajak Daerah Transparan

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminata agar tertangkapnya Wali Kota Tegal oleh KPK dijadikan pelajaran berharga. Kepala Daerah harus benar-benar berkomitmen memberantas korupsi...

Diharapkan Dorong Kesejahteraan Petani dan Produk Berdaya Saing

DPRD Kabupaten Magelang menyetujui Raperda Pengembangan Produk Pertanian Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan. Melalui Perda ini diharapkan petani semakin meningkat dari sisi kesejahteraan. JURU bicara...