Server Pemeringkatan Sempat Ngadat

252
TAMPUNG KELUHAN : Engineering on side dari Telkom, Annisa Maharany, yang bertugas di Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV menunjukkan keluhan tentang proses PPDB tahun 2018, Kamis (5/7). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
TAMPUNG KELUHAN : Engineering on side dari Telkom, Annisa Maharany, yang bertugas di Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV menunjukkan keluhan tentang proses PPDB tahun 2018, Kamis (5/7). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Orangtua calon siswa, Ladrang Kunto Anuraga mempertanyakan proses penerimaan dan pemeringkatan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di kantor Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jawa Tengah. Pasalnya, Ladrang menemukan kejanggalan dalam pemeringkatan atau passing grade yang menyebabkan anaknya harus terlempar dari sekolah pilihannya, yaitu jurusan Bahasa dan Budaya SMAN 4 Magelang.

Ladrang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, ia menemukan keanehan dalam server PPDB jurusan bahasa dan budaya. Anaknya terlempar dari persaingan di SMAN 4 Magelang, tapi anehnya, calon siswa lain yang nilai akhirnya di bawah anaknya, masih bertahan.

“Anak saya terlempar tidak masalah, tapi harusnya fair. Sebab, ada lima calon siswa yang nilainya di bawah anak saya bertahan. Padahal, kelimanya tidak memakai surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan juga bukan anaknya guru ataupun siswa berprestasi,” kata Ladrang, Kamis (5/7).

Ladrang menyebutkan, keanehan terjadi sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB karena tidak adanya pergeseran. Padahal, proses PPDB masih berjalan sehingga data perangkingan siswa harusnya berubah. Ladrang kemudian mendatangi kantor BP2MK untuk mempertanyakan keanehan tersebut, karena dikhawatirkan ada permainan di PPDB tersebut. “Saya ingin kejelasan sistem ini sedang terganggu atau memang ada yang bermain,” tandas Ladrang.

Kasubag TU BP2MK Wilayah IV Jawa Tengah Prihestu Hartono yang menemui orangtua calon siswa menjelaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menangani. Namun demikian, di kantornya terdapat engineering on side (pendamping wilayah) dari vendor Telkom yang dapat menanggapi masalah ini.

“Ada bagian sendiri yang bisa menjawab masalah itu. Meski begitu, ini jadi catatan kami berupa laporan dari masyarakat dan akan kami sampaikan ke pimpinan sebagai evaluasi. Selain ini, ada banyak juga orang tua yang datang untuk sekadar bertanya, bahkan protes juga terkait SKTM,” papar Prihestu.

Sementara, EOS Telkom Wilayah Kedu Anisa Maharani mengaku, awalnya merasa terkejut ada laporan tersebut dan langsung mengeceknya. “Saya juga langsung menghubungi Semarang. Ternyata memang ada gangguan khusus di jurusan bahasa dan budaya itu. Di Semarang langsung mengambil tindakan perbaikan dan baru sekitar pukul 15.30 WIB normal kembali,” beber Anisa

Anisa mengaku, memang sempat terjadi gangguan server se-Jawa Tengah untuk bidang Bahasa dan Budaya jenjang SMA. Namun kemudian, langsung dilakukan pengecekan dan diperbaiki. Ketika sistem kembali normal, langsung berdampak pada terlemparnya kelima calon siswa dari daftar PPDB jurusan bahasa di SMA 4 Magealng seperti yang dilaporkan oleh orangtua calon siswa. “Bersyukur sistem sudah normal lagi sore ini (kemarin, red) dan posisi yang dikeluhkan Pak Ladrang sudah beres,” tukas Anisa. (had/ton)