BERJALAN LAMBAT : Ketua BP2KL, Hevearita G Rahayu (kiri), Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi melakukan tinjauan revitalasasi Kawasan Kota Lama, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERJALAN LAMBAT : Ketua BP2KL, Hevearita G Rahayu (kiri), Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi melakukan tinjauan revitalasasi Kawasan Kota Lama, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Revitaliasi Kawasan Kota Lama Semarang terus dikebut. Meski begitu, progres pembangunan dari anggaran Kementrian PUPR ratusan miliar baru mencapai 20 persen.

Kepala Kontraktor Pelaksana PT Brantas Abipraya, Dimas Yudha menerangkan bahwa proyek tersebut tersebar di beberapa titik, mulai Jalan Letjen Suprapto, Jalan Kepodang, Jalan Cendrawasih, Kedasih, Sendowo, pemasangan tiang pancang Bubakan, dan pembersihan kawasan Berok.

“Untuk proyek pembangunan drainase di Jalan Letjen Suprapto saat ini sudah berjalan 80 persen. Namun progres secara keseluruhan masih di angka 20 persen,” katanya, Kamis (5/7) kemarin.

Sementara di Bundaran Bubakan, rencananya diubah menjadi polder mini sekaligus ruang terbuka hijau. Saat ini, masih dalam proses pemasangan tiang pancang. Dari 220 tiang pancang yang dipasang, baru 80 persennya terpasang. “Akhir bulan ini pemasangan tiang pancang selesai. Setelahnya, kami akan bergeser ke Berok,” jelasnya.

Dimas mengaku jika pengerjaan revitaliasi Kota Lama terkendala kepadatan kendaraan. Misalnya di Jalan Letjen Suprapto yang sedang dilakukan pengerjaan drainase, namun arus lalu lintas kendaraan masih tinggi. Selain itu saat penggalian membuat saluran, selalu keluar air sehingga harus dikuras terlebih dahulu. “Kami harus berhati-hati agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Meski begitu, kami optimistis revitaliasi Kota Lama selesai tepat waktu yakni Desember 2018 semuanya rampung,” tegasnya.

Terpisah Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL), Hevearita G Rahayu menerangkan jika sistem pengerjan revitalasi Kota Lama dilakukan secara paralel, di antaranya dutching, drainase, pemasangan paving dan pemasangan penerangan jalan umum. “Setelah selesai, harus ada penghijauan agar wisatawan nyaman. Rencananya di Jalan Letjen Suprapto akan dibangun jalur bunga yang menggunakan pot, khusus di Bubakan, selain dibangun polder juga dibangun RTH,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi yang meninjau Kawasan Kota Lama menerangkan jika anggaran besar untuk revitaliasi Kota Lama dari Kementrian PUPR tidak boleh disia-siakan. “Saat ini baru sebagian tergarap, PR Pemkot tentu mengomunikasikan ke pemilik bangunan untuk peduli dan merawat bangunan tersebut, agar estetika Kota Lama tetap terjaga,” tambahnya. (den/ida)