Pejabat DPUPR Terancam Diberhentikan

480

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan, salah satu pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal terancam akan terkena pemberhentian secara tidak hormat. Penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dimaksud adalah menjual proyek-proyek di dinas tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Demikian diungkap Bupati Kendal, Mirna Annisa. Ia mengatakan  jika dirinya akan tegas terhadap siapa saja yang ingin bermain-main dengan jabatan ataupun penyelewengan anggaran. “Saya tidak akan mentolerir untuk kesalahan ini, karena yang digunakan adalah uang negara jadi milik rakyat rakyat untuk membangun daerah tujuannya menyejahterakan rakyat,” katanya, kemarin.

Diakuinya, jika salah satu pejabat di DPUPR tersebut diduga telah menjual proyek pekerjaan kepada pihak ketiga. “Tidak hanya menjual proyek saja, tapi orang ini juga sudah mencatut nama saya. jadi mengatasnamakan jika yang jual proyek adalah Bupati,” bebernya.

Perihal siapa pejabat tersebut, Mirna enggan membeber. Ia menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Nanti saja, nanti kalau sudah jadi tersangka juga tahu sendiri,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Mirna, kasus tersebut masih ditangani oleh pihak Inspektorat dan segera setelah didapatkan bukti kuat akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Kendal. “Sudah ditangani oleh Inspektorat dan Reskrim, kami tinggal menunggu hasilnya saja,” akunya.

Jika memang terbukti, Mirna mengaku akan memberikan sanksi berat berupa pemberhentian secara tidak hormat. “Tindakan ini sudah mencatut nama saya sebagai bupati dan merugikan negara. Jelas sanksinya diberhentikan secara tidak hormat,” tambahnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengaku sudah menerima laporan dari pihak Pemkab Kendal perihal adanya maklar proyek di DPUPR. “Berkas laporan sudah masuk, dan surat perintah penyidikan dari pimpinan juga sudah kami terima,” akunya.

Saat ini tahapannya, lanjut Nanung, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Jika memang dirasa nanti cukup bukti, maka akan ditingkatkan ke penyidikan sekaligus penetapan tersangka kepada terlapor. “Pekan depan baru akan kami mulai penyelidikannya, jadi kami belum bisa berkomentar banyak. termasuk membeber siapa terlapornya, karena ada azas praduga tak bersalah,” imbuhnya. (bud/bas)