Partisipasi Pemilih Disabilitas Capai 64 Persen

120
REKAPITULASI SUARA: Proses rekapitulasi suara Pilgub Jateng 2018 yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKAPITULASI SUARA: Proses rekapitulasi suara Pilgub Jateng 2018 yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pada pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 kemarin, tingkat partisipasi pemilih disabilitas di Kabupaten Semarang mencapai 64 persen. Hal itu dikatakan oleh Ketua KPU Kabupaten Semarang Guntur Suhawan usai rekapitulasi suara tingkat kabupaten di gedung PAUDNI Jateng, Ungaran.

“Memang tingkat partisipasinya cenderung meningkat jika dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya yang tidak sampai 50 persen,” kata Guntur.

Peningkatan partisipasi tersebut, lanjutnya, merupakan hal yang perlu disambut positif serta harus terus ditingkatkan. Hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten menyebutkan jika jumlah kaum disabilitas di Kabupaten Semarang yang menggunakan suaranya dalam Pilgub Jateng sebanyak 149 orang.

Jumlah tersebut dari total keseluruhan 230 pemilih disabilitas yang terdaftar.“Untuk jumlah laki-laki dari kaum difable yang terdaftar untuk menggunakan hak pilih sebanyak 125 orang sedangkan perempuan 105 orang,” katanya.

Karenannya, kedepan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu), Pemilihan Legislatif (Pileg), dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pihaknya akan lebih mengoptimalkan sosialisasi. Sosialisasi tersebut terkait dengan tata cara pencoblosan serta informasi lain seputar Pemilu, Pileg, dan Pilpres 2019. “Ini akan optimalkan menuju di 2019 ini dimana sistem pemilu yang memang sedikit berbeda dengan Pilgub serta jumlah volume surat suaranya juga lebih dari ini, mereka akan kita dorong untuk kita berikan informasi,” katanya.

Diharapkan dari upaya tersebut tingkat partisipasi penggunaan hak suara dari kaum disabilitas akan lebih meningkat lagi. “Supaya mereka tetap menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Realisasi upaya tersebut akan dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada komunitas difable di Kabupaten Semarang. “Dalam memberikan sosialisasi dan tatacara menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019,” katanya.

Sementara itu, untuk jumlah surat suara yang diterima sebanyak 775.779. dari keseluruhan surat suara yang diterima tersebut, surat suara yang dinyatakan rusak setelah dilakuakn pensortiran sebanyak 188. Jumlah surat suara yang tidak digunakan termasuk sisa sebanyak 205.273.

“Ada hal yang menjadi koreksi itu wajar, misalnya koreksi ditingkat pleno ini. Yaitu di dalam singkronisasi yaitu terjadi kesalahan penulisan dalam daftar pemilih. Namun itu tidak mempengaruhi hasil rekapitulasi,” katanya. (ewb)

Silakan beri komentar.