Mahasiswa Jadi Sasaran Bea Cukai

319
TAMU REDAKSI: Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tanjung Emas, Heru Purwedi Sembiring (tiga dari kiri) bersama dua stafnya, Bintang dan anggit bersama GM Radar Semarang Iskandar (tengah) dan kru Radar Semarang di ruang meeting redaksi Radar Semarang, Jumat (6/7). (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tanjung Emas, Heru Purwedi Sembiring (tiga dari kiri) bersama dua stafnya, Bintang dan anggit bersama GM Radar Semarang Iskandar (tengah) dan kru Radar Semarang di ruang meeting redaksi Radar Semarang, Jumat (6/7). (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kampus menjadi prioritas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Emas Semarang dalam menyosialisasikan peran Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas ekspor dan impor. Karena itu, komunitas pelaku bisnis seperti start up, menjadi prioritas sosialiasi agar mereka tahu aturan terkait pengiriman barang ke luar negeri maupun impor produk ke dalam negeri.

“Mahasiswa mempunyai peranan besar dalam sirkulasi informasi. Karena itu, kami menjalin kerja sama dengan kampus di Semarang,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tanjung Emas, Heru Purwedi Sembiring, saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/7).

Heru yang didampingi dua stafnya—Pramesti Bintang dan Anggit Wicaksono—ditemui GM Jawa Pos Radar Semarang, Iskandar bersama Manajer Iklan, Tri Sutristyaningsih, serta Manajer Keuangan Indah Fajarwati dan Manajer Umum-SDM Radar Semarang, Yuni Ekowati.

Kampus yang sudah menjalin kerja sama dengan Bea Cukai adalah Undip, utamanya jurusan Hubungan Internasional (HI). “Jurusan HI ini, menurut saya, paling nyambung dengan Bea Cukai. Apalagi HI di Undip, dengan penekanan  ilmu kejahatan internasional, menjadikan Bea Cukai sangat berkepentingan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa HI,” kata Heru.

Heru menyampaikan, Bea Cukai Tanjung Emas Semarang selalu menjajaki kemungkinan kerja sama dengan semua elemen masyarakat, termasuk media massa. “Bisa jadi setelah ini, Radar Semarang kita gandeng untuk bersama-sama membuat program yang intinya menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang tugas dan kewenangan Bea cukai.”

GM Jawa Pos Radar Semarang Iskandar menyambut baik kedatangan Heru dan dua stafnya. Menurut Iskandar, di tengah kondisi masyarakat yang mudah komplain dan bully di media sosial tentang produk yang bermasalah dengan Bea Cukai karena ketidaktahuan masyarakat, maka peran Humas Bea Cukai menjadi penting untuk mengkonter berita negatif maupun hoax. “Sekaligus,  mengedukasi masyarakat. Salah satunya ya melalui media massa arus utama, seperti Radar Semarang.” (isk)