Ketua DPRD Kota Semarang Apresiasi Tingkat Partisipasi Masyarakat Tinggi dan Kondusif

Pelaksanaan Pilgub Jateng 2018

226
PARTISIPATIF : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, dan sejumlah SKPD, saat memantau tingkat partisipasi masyarakat, beberapa waktu lalu. (Ist)
PARTISIPATIF : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, dan sejumlah SKPD, saat memantau tingkat partisipasi masyarakat, beberapa waktu lalu. (Ist)

Kita tingkatkan partisipasi dan jaga kondusifitas sehingga demokrasi yang telah ditata bersama tidak tercoreng isu negatif. Apalagi yang dapat memecah belah bangsa.

H Supriyadi, S.Sos. MA
Ketua DPRD Kota Semarang

Pelaksanaan pemilihian gubernur di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan partisipasi yang cukup tinggi.

RADARSEMARANG.COM – Ketua DPRD Kota Semarang menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah pihak terkait, utamanya kepada penyelenggara pemilu. Rasa terimakasih juga ia sampaikan kepada TNI, Polri, Linmas yang telah menjaga keamanan sehingga pelaksanaan pilkada berjalan lancar aman serta tertib.

“Berlangsung sesuai dengan prinsip Langsung Umum Bebas Rahasia, Jujur dan Adil atau Luber Jurdil,” ujarnya.

Tingginya partisipasi masyarkat ini, kata Legislator dari PDI Perjuangan ini, tidak lain hasil dari kerjasama masing-masing tim sukses dalam menggerakkan pemilh menuju ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) lewat sosialisasinya. Termasuk pula upaya penyelenggara  yang aktif turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi. Menyampaikan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya.

“Apalagi sekarang didukung dengan sosmed (sosial media), ini membuat masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan informasi,” kata Mas Pri –sapaan akrabnya.

Mas Pri berharap, tingkat partisipasi yang tinggi dan iklim kondusif ini tetap terjaga dalam pemilihan selanjutnya, baik dalam helatan pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden. Kontestasi, menurutnya adalah hal yang biasa. Ia berpesan agar kontestasi dalam pemilu jangan sampai menjadi persoalan. Terlebih memecah belah persatuan di dalam masyarkat yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

“Kita sama-sama mengambil simpati masyarkat dengan apa yang sekiranya masyarakat mengena tanpa menjelek-jelekkan, mem-bully. Apalagi membuat berita bohong hoax, itu jangan sampai,” ujarnya mewanti-wanti.

Alhamdulillah di Jawa Tengah tidak ada kampanye-kampanye yang seperti itu, tidak ada isu SARA,” tegasnya.

Bagaimanapun, ia menilai, pelaksanaan pilgub 2018 sudah bagus. Yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama-sama ke depannya adalah bagaimana menaikkan tingkat partisipasi masyarakat demi demokrasi yang lebih matang.

“Kita tingkatkan partisipasi dan jaga kondusifitas sehingga demokrasi yang telah ditata bersama tidak tercoreng isu negatif. Apalagi yang dapat memecah belah bangsa,” ujarnya.

Ke depan, Supriyadi berharap, kualitas pemilihan umum di Semarang bisa semakin baik lagi. Pemilihan umum yang berbobot dan bermanfaat. Sehingga, mampu menelurkan pemimpin yang juga berkualitas. “Pemimpin yang amanah dan baik untuk masyarkat,” pungkasnya.

Diketahui, tingkat partisipasi masyarakat Kota Semarang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 27 Juni lalu mencapai 72,80 persen. Angka partisipasi masyarakat tersebut, lebih tinggi dari Pilgub 2008 dengan partisipasi pemilih hanya 62 persen, Pilgub 2013 hanya 61 persen, dan Pilwalkot 2015 hanya 65,43 persen.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono, mengatakan, pada Pilgub 2018 kemarin, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya tercatat sebanyak 811.505 suara. Jumlah tersebut berasal total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.114.643 jiwa

“Jumlah pemilih yang memberikan suaranya itu terdiri atas suara sah 786.656, dan tidak sah 24.849, secara keseluruhan partisipasinya mencapai 72,80 persen,” katanya usai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub Jateng 2018 tingkat Kota Semarang di Gedung Moch Ihsan Kompleks Balai Kota, Kamis (5/7).

Dari partisipasi masyarakat tersebut, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng nomor urut 1, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin mendapatkan 557.289 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Sudirman Said – Ida Fauziyah meraih 229.367 suara. “Dibanding pilkada sebelumnya, partisipasi masyarakat kemarin cukup tinggi, dan memecahkan rekor,” ucapnya.

Tingginya partisipasi masyarakat, lanjut dia, diprediksi terjadi karena sosialisasi masif yang dilakukan oleh KPU melalui media maupun pemasangan  alat peraga kampanye di tingkat kecamatan sampai kelurahan. Juga adanya gerakan rekam E-KTP yang dilakukan KPU dan Dispendukcapil, yang hasilnya sangat baik. Dalam 10 hari bisa merekam hingga 5.900 jiwa.“Bahkan permintaan formulir A5 yang saat itu bisa terlayani 200 orang per hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilgub 2018. Menurutnya, bila tingkat partisipasi warga Semarang yang ikut mencoblos tinggi maka proses demokrasi ini sudah berjalan dengan baik, karena demokrasi yang baik salah satunya bisa dilihat dari partisipasi warganya yang ikut memilih sangat tinggi.

Ia berpesan semua pihak bisa menerima dan menghormati hasil pemilu nanti yang menang tidak kumuk dan yang kalah tidak ngamuk. “Karena siapapun yang terpilih nanti dia adalah saudara kita yang akan memimpin Jawa Tengah 5 tahun ke depan,” pesan wali kota. (HMS)